<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173</id><updated>2011-11-25T06:22:25.211-08:00</updated><category term='buku cerita anak'/><category term='pemilu'/><category term='2009'/><category term='Menulis Cerita Anak'/><category term='writer'/><category term='cerita'/><category term='cerpen anak'/><category term='transition books'/><category term='blog'/><category term='damai'/><category term='novel anak'/><category term='kampanye'/><category term='genre cerita anak'/><category term='Young Adult'/><category term='creative'/><category term='early picture books'/><category term='penulis'/><category term='tips'/><category term='chapter books'/><category term='penulis cerita anak'/><category term='bahasa untuk cerpen'/><category term='indonesia'/><category term='writing'/><category term='baby books'/><category term='ide'/><category term='picture books'/><category term='Books'/><category term='Middle Grade'/><title type='text'>Penulis Cerita Anak</title><subtitle type='html'>Blog ini mencoba menyuguhkan teknik yang berbeda mengenai tips dan trik bagaimana menulis sebuah cerita untuk anak!
Jujur, saya banyak mendapatkan referensi dari berbagai milis dan saya coba tuangkan dalam bentuk "pembelajaran" yang berbeda, yaitu melalui dialog dua orang yang bernama Anto dan Andi.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-3417365224299308189</id><published>2010-09-29T17:38:00.000-07:00</published><updated>2010-09-29T17:38:11.192-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penulis cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penulis'/><title type='text'>Berpikirlah Seperti Anak-Anak untuk Menjadi Penulis Cerita Anak</title><content type='html'>Andi tiba-tiba datang ke rumah Anto, sahabatnya, dengan wajah ditekuk hingga hidung, mata, dan mulutnya nggak kelihatan (hehehe… nggak ding, ini mah lebay banget).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa permisi apalagi mengucap salah, Andi langsung menghempaskan pantatnya (Nah, kalo ini beneran sesuatu yang menempel dibagian belakang tubuh Andi, ya) di kursi teras yang ada di rumah Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan, Anto hendak keluar untuk membeli permen bagi keponakannya. Begitu melihat Andi yang duduk di kursi teras dengan wajah ditekuk, Anto mengurungkan niatnya dan duduk di sebelah Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa, sih, Ndi. Datang nggak kasih kabar, tahu-tahu duduk di kursi orang sambil pasang tampang nyeremin, begitu?" tanya Anto dengan nada sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ach! Dasar editor kacangan!" somber Andi yang diterjemahkan Anto sebagai jawaban dari pertanyaannya sekaligus permasalahan yang ingin disampaikan oleh sahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh… loh.. loh. Kenapa, sih? Pasti naskahmu ditolak lagi, ya?" tebak Anto dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hooh," jawab Andi lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alasan editornya?" tanya Anto dengan hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masa katanya naskahku lebih cocok untuk orang dewasa daripada anak-anak. Padahal, kan aku bikin naskah itu untuk konsumsi anak-anak," jawab Andi dengan sengitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya kamu menulis apa?" tanya Anto lagi tanpa banyak berkomentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku menulis tentang Pengusaha Sukses di awal umurnya yang ke empat puluh tahun," jawab Andi dengan yakinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kau bawa naskahmu?" lagi-lagi Anto bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tanya mulu, sih? Bantuin 'napa?" protes Andi yang mendengar sahabatnya itu selalu bertanya tanpa memberikan solusi kepada permasalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanya aku mau lihat naskahmu dulu. Bagaimana aku bisa membantumu kalau nggak jelas ujung pangkalnya. Masa aku harus membelamu tanpa tahu kamu itu benar atau bukan, kalau aku berbuat begitu, berarti aku bukan sahabatmu, tetapi hanya orang yang mendorongmu ke jurang kehancuran," kali ini kata-kata Anto menjadi sebuah kata jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan malas, Andi mengambil naskah yang dikembalikan oleh editor dari sebuah penerbit dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Anto. Setelah membaca beberapa saat, Anto manggut-manggut sambil menggumam, "Hmmm… heeh… heeh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apaan sih, heeh… heeh.. nggak jelas," sungut Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Justru sekarang baru jelas," jawab Anto sambil menambahkan, "Editor yang mengembalikan naskahmu ini bukanlah editor kacangan. Justru dia editor yang baik karena menolak naskahm".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh…" belum sempat Andi melanjutkan protesnya, tangan Anto sudah terangkat ke atas sebagai isyarat agar Andi diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari naskah yang kubaca ini, memang benar bahwa isinya tidak cocok sama sekali untuk anak-anak," kata Anto sambil memperhatikan ekspresi Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat menunggu dan Andi tidak memprotesnya lagi, Anto melanjutkan kata-katanya, "Kau menulis sesuatu dengan cara dan sudut pandangan orang dewasa. Hal ini akan menyulitkan anak-anak dalam membaca naskahmu nanti".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, aku harus menulis bagaimana?" tanya Andi yang mulai mau menerima kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ingat nggak, kalau nonton film detektif. Para jagoannya selalu ngomong bahwa untuk menangkap penjahat, kita harus berpikir seperti penjahat?" ucap Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lah, emang daku mau jadi detektif, apa? Aku kan mau jadi penulis cerita anak," lagi-lagi Andi protes tanpa mikir dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh… makanya kalau mau ngomong itu dipikir dulu. Jangan asal ngejeplak dong," Anto mulai kesal dengan sifat sahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya, kalau kamu nulis untuk anak-anak, ya berpikirlah seperti anak-anak. Lebih jelasnya lagi, jangan nulis sesuatu berdasarkan pemikiran kamu sebagai orang dewasa. Buatlah cerita yang memuat sikap anak-anak dalam berperilaku, menyikapi sesuatu dan cara berpikir mereka sehingga apa yang kamu tulis itu bisa masuk dalam alam pikiran mereka," jelas Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lah, Harry Potter aja juga kubilang termasuk novel dewasa koq," protes Andi nggak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harry Potter itu, kalau kamu baca dengan lebih teliti lagi, akan ketemu bahwa itu memang bacaan untuk anak-anak meski disukai juga oleh orang dewasa. Tokohnya anak-anak dan mereka terkadang berbuat kesalahan yang khas anak-anak dan butuh tokoh orang-orang dewasa untuk menjaga dan mengarahkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ada tokoh Dumbledore, para profesor di sekolah Hogwart dan ada pula orang tua Ron yang menjadi tempat bagi Harry Potter serta pamannya. Tapi, tetap saja si tokoh harus berpikir dan berprilaku seperti layaknya seorang anak-anak. Begitu! Paham?!" tanya Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ooohhh… begitu, toh. Aku paham sekarang," jawab Andi sambil menambahkan, "Kalau begitu besok aku harus minta maaf sama editornya karena sudah berprasangka buruk dan menuduhnya sebagai editor kacangan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagus itu. Makanya jangan selalu mencari kambing hitam dengan menyalahkan orang lain. Cobalah untuk selalu instropeksi diri dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik," ucap Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik, pak profesor," kata Andi dan mereka berdua pun tertawa bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-3417365224299308189?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/3417365224299308189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=3417365224299308189' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/3417365224299308189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/3417365224299308189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2010/09/berpikirlah-seperti-anak-anak-untuk.html' title='Berpikirlah Seperti Anak-Anak untuk Menjadi Penulis Cerita Anak'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-5456309266234113298</id><published>2010-07-29T01:14:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T01:14:39.317-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='genre cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='writer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='writing'/><title type='text'>Royalti 20 persen</title><content type='html'>Sudah lama Andi tak bertemu dengan Anto, sahabat karibnya. Hari itu, tiba-tiba saja Andi berkunjung ke rumah Anto dan tanpa permisi langsung menghempaskan pantatnya ke kursi malas yang ada di depan rumah Anto. Dengan menghela nafas panjang, Andi hanya menoleh ke dalam rumah sahabatnya itu tanpa memanggilnya walaupun pintu rumah Anto terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saat itu, Anto sedang membawa setumpuk pakaian basah yang baru saja dicucinya. Saking banyaknya tumpukan pakaian itu, sampai-sampai ia tidak dapat melihat ke depan. Anto pun berjalan sambil mengira-ngira apakah ada halangan atau tidak di depannya. Karena konsentrasi penuh, Anto tidak mengetahiu kalau Andi sedari tadi duduk di kursi malas yang ada di sebelah pintu dan dengan cepat setelah melewaeti pintu rumahnya, Anto meletakkan tumpukan pakaian basah yang dibawanya itu dengan maksud untuk beristirahat dan memperhatikan hendak dijemur dimana pakaiannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wadaw!!!" teriak Andi yang kaget karena tiba-tiba dirinya kejatuhan pakaian basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wadaw juga!!!" Anto yang juga kaget spontan berteriak latah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa-apaan kau ini, Nto?!" semprot Andi yang seluruh tubuhnya jadi setengah basah (bukan setengah mati, ye!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa-apaan?! Kamu itu yang apa-apaan?! Sejak kapan kamu duduk disitu? Lagian datang-datang bukannya ngucap salam malah duduk diam di teras rumah orang. Kayak maling aja, tahu!!" semprot Anto tak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru bertemu, kedua sahabat itu langsung terlibat pertengkaran seru. Setelah saling mengeluarkan kekesalannya masing-masing, akhirnya kedua sahabat itu berdamai dan saling meminta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf sih boleh saja. Tapi, gimana dengan cucianku, nih?! Capek-capek aku nyucinya, sekarang jadi kotor lagi, deh," keluh Anto sambil melihat cucian basahnya yang berhamburan di lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya sudah. Kita bilas lagi aja," ajak Andi yang juga merasa bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berduapun segera memunguti cucian basah milik Anto dan membilasnya di kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, ada kabar apaan? Tumben kamu main ke sini?" tanya Anto pada Andi sambil mengguyur cuciannya dengan air bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak ada apa-apa, kok," jawab Andi berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alaaaa… nggak usah bohong, deh. Aku tahu kalau mukamu kusut begitu, berarti kamu lagi ada masalah, Iya, kan?!" tanya Anto lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hooh, nih. Sebenarnya aku lagi kesel banget," jawab Andi akhrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa?" tanya Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemaren, aku ke sebuah penerbit dan bernegosiasi soal royalti. Tapi ternyata mereka pelit banget. Akhirnya, aku pulang dan membatalkan naskahku yang akan diterbitkan mereka," kata Andi menceritakan kekesalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmmm… memang berapa royalti yang mereka tawarkan padamu?" tanya Anto yang ingin mengetahui lebih jelas duduk permasalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"7 persen," jawab Andi singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh, itukan angka yang wajar. Kenapa kamu tolak?" tanya Anto heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku maunya royalti 20 persen. Kalau cuman 7 persen, aku nggak bisa cepet kaya, dong!!" sergah Andi yang merasa Anto tidak mendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban sahabatnya, Anto tertawa sambil memberikan celana jeans yang baru saja diguyurnya dengan air bersih pada Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Andi… Andi. 7 persen itu adalah angka royalti yang wajar di setiap penerbit. Kalau kamu maunya 20 persen, nggak akan ada penerbit yang mau nerbitin naskah kamu. Lagian, siapa kamu minta royalti setinggi langit begitu," kata Anto menertawakan sahabatnya yang dianggapnya keterlaluan dalam menentukan tarif royaltinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memeras celana jeans yang baru saja diterimanya dari Anto, Andi bertanya balik, "Memang kenapa kalau aku mau 20 persen? Sah-sah saja, kan, permintaanku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja sah. Tapi, tidak akan ada yang bersedia menerbitkan naskahmu dan kamu hanya akan berangan-angan mendapatkan royalti 20 persen tanpa pernah merasakan royalti tersebut," jawab Anto sambil menyerahkan sebuah kaos oblong pada Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umumnya, penerbit akan menawarkan royalti kepada penulis sekitar 6 sampai 12 persen, meskipun ada juga yang menawarkan hingga 20 persen.. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, tuh, kan. Ada yang nawarin 20 persen. Kenapa kamu bilang aku nggak boleh dan nggak mungkin mendapat royalti 20 persen?!" serobot Andi sebelum Anto menyelesaikan penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengar dulu kata-kataku," ucap Anto yang sedikit kesal pada ketidaksabaran Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk menentukan besaran royalti itu, penerbit akan melihat dulu kapasitas penulis, kelayakan naskah dan juga perkiraan penjualannya dan setiap penulis bisa mendapatkan royalti yang berbeda-beda. Tapi, ada juga yang tidak ingin dibayar secara royalti tapi ingin dibayar flat fee," tambah Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa itu flat fee?" tanya Andi sambil menerima kaos dalam dari tangan Anto setelah selesai memeras kaos oblong sahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Flat fe itu adalah pembayaran dengan cara beli putus. Di sini, angka yang ditawarkan sesuai dengan hasil tulisannya, penulisnya siapa, dan perkiraan penjualannya. Untuk penulis baru, jelas tidak sama jumlah yang didapatkannya dengan penulis yang telah mempunyai banyak karya," jawab Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emang berapa angkanya?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya… sekitar 3 sampai 30 jutaan lah," jawab Anto sambil menyerahkan celana dalamnya yang baru saja diguyur air pada Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh.. begitu. Wadawww apaan nih?!" jerit Andi sambil melemparkan celana dalam yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh, kok dibuang, sih?!" tanya Anto sewot sambil menambahkan, "Itukan celana dalamku. Emang kamu nggak pernah pegang celana dalam apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Megang sih pernah. Tapi punyaku sendiri. Kalau punya orang lain mah, cuci dan bilas aja sendiri," kata Andi sambil melangkah keluar dari kamar mandi dan meninggalkan Anto sendiri yang memandang celana dalamnya yang nyemplung ke WC akibat dilemparkan Andi tadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-5456309266234113298?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/5456309266234113298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=5456309266234113298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/5456309266234113298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/5456309266234113298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2010/07/royalti-20-persen.html' title='Royalti 20 persen'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-1923385582735891527</id><published>2009-11-13T00:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T00:52:39.083-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='creative'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='writer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='writing'/><title type='text'>Whatever hatred saves the number. Sebuah Kalimat Sakti</title><content type='html'>Rupanya, Andi baru saja mengetahui bahwa sekarang internet sedang booming dan menjadi pilihan siapapun untuk menerbitkan tulisannya. Baik itu melalui blog, komentar atau sekedar mengisi guess blog orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah bercerita panjang lebar mengenai orang-orang yang dibayar untuk menulis di internet, Anto yang sedari tadi mendengarkan perkataan Andi, tiba-tiba saja menyodorkan laptopnya dan meminta Andi untuk membaca tulisan yang tertera di layar laptopnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah! program apaan tuh Sponzai?" tanya Andi penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu semacam program Paid Review yang akan membayar kita setelah menulis di blog kita. Tapi, yang ini kayaknya kita cukup copy paste artikel orang yang membayar kita deh. Dulu aku disuruh posting dengan kata Whatever hatred saves the number. " jawab Anto sambil mengalihkan kembali layar monitor ke arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Koq, kamu bisa tahu program beginian sih?" kejar Andi dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kan, sudah sekitar 6 bulan ini aku ikut program Paid Review begini. Hasilnya, komputer baru di meja itu minggu lalu baru saja aku beli dari hasil menulis di internet," jawab Anto sambil tersenyum melihat sahabatnya itu ternganga tak percaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-1923385582735891527?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/1923385582735891527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=1923385582735891527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/1923385582735891527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/1923385582735891527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2009/11/whatever-hatred-saves-number-sebuah.html' title='Whatever hatred saves the number. Sebuah Kalimat Sakti'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-2635324449163841227</id><published>2009-11-05T20:29:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T20:33:01.775-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='picture books'/><title type='text'>Mengirim Naskah Ke Penerbit</title><content type='html'>Sambil berlari-lari menghindari genangan air akibat hujan deras semalam, Andi berusaha secepat mungkin tiba di rumah sahabatnya, Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan terengah-engah sampai juga Andi di teras rumah Anto (jadi belum sampai masuk rumah, ya. Hal ini perlu diperjelas karena terkadang pembaca suka salah menafsirkan tulisan..hehehe just kidding).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamualaikum," teriak Andi mengucapkan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waalaikumsalam... ," setelah beberapa lama hening akhirnya terdengar jawaban dari dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pintu rumah dibuka, tampaklah Anto dengan tubuh yang masih basah dan penuh dengan busa sabun. Andi yang melihatnya langsung terlompat kaget (lompatnya dikit doang, kok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Astagfirullah!!" teriak Andi sambil melompat (penjelasan melompat ada di alinea atas, ya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei, emang kenapa kaget gitu. Orang lagi mandi, kamunya malah datang. Ntar kalo nggak dibuka katanya kelamaan. Klo dibuka sekarang.. ya begini jadinya," kata Anto sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya... sudahlah. Kamu terusin aja mandinya. Aku tunggu di ruang tamu," kata Andi sambil nyelonong masuk dan langsung duduk di kursi, sedangkan Anto kembali melanjutkan mandinya yang tertunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian, Anto keluar dari kamarnya dengan dandanan yang rapi jali dan badan yang harum mewangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eits!! Wangi amat," mau nglamar kerja dimana?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan nglamar kerja, tapi mau nglamar penerbit biar naskahku diterbitkan," jawab Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh gitu toh! Emang gimana caranya nglamar penerbit?" tanya Andi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan Andi, Anto langsung tahu bahwa sahabatnya itu tidak bisa dipuaskan dengan jawaban-jawaban yang singkat. Akhirnya, dia memutuskan untuk menjelaskan cara melamar penerbit agar mau menerbitkan naskahnya dengan sejelas-jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini, yang pertama tentunya kita harus &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;memastikan dahulu bahwa penerbit yang akan kita lamar itu membutuhkan naskah seperti yang sedang kita tulis&lt;/span&gt;," kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana caranya kita tahu bahwa penerbit itu membutuhkan naskah sesuai yang kita tulis?" sambar Andi dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya... kita kan bisa menelepon penerbit itu lalu tanya sana tanya sini yang berhubungan dengan naskah dan penerbit itu sendiri," jawab Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ih.. SKSD tuh!" celetuk Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apaan tuh SKSD?" tanya Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sok Kenal Sok Dekat! Lom kenal siapa-siapa sudah main tanya sana tanya sini. Apa bukan SKSD tuh!" jawab Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya.... kan kalo lom kenal, pada saat telpon itu kita bisa sekalian kenalan. Kan ada pepatah, tak kenal maka tak sayang. Kalo nggak kenalan trus tanya sana tanya sini, itu namanya nggak tahu etika," kata Anto sambil menambahkan, "mau dilanjutin nggak penjelasannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau... mau," kata Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, itu tadi yang pertama. Kita mesti memastikan bahwa penerbit yang kita hubungi membutuhkan naskah yang sedang kita tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang kedua, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;print-lah karya kita secara rapi dengan sampul depan dan belakang. Jangan lupa sertakan sinopsisnya jika karya kita itu sebuah novel. Jika karya kita berupa seri buku anak-anak, maka sertakan pula konsep produknya yang mengandung unsur-unsur kelebihan naskah tersebut dari buku lain. Untuk ini, kita bisa menampilkan visualisasinya ataupun desain covernya dan jangan lupa CV lengkap kita&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt; tulis besar-besar di pojok amplop jenis naskah yang kita kirim, misalkan Novel Misteri.&lt;/span&gt; Tulis nama editor yang pernah ngobrol dengan kita di telepon. Oh ya, waktu ngirim naskah pergunakan jasa pengiriman kilat khusus semacam TIKI, kemudian simpan resinya sebagai tanda bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang keempat, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;setelah seminggu dikirim, coba telepon ke editor yang pernah berkomunikasi dengan kita, tanyakan apakah naskah kita telah tiba dengan selamat&lt;/span&gt;," jelas Anto panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah pakai jasa pengiriman kilat khusus, masa nggak sampai sih?" tanya Andi memotong penjelasan Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya.. kemungkinan itu pasti ada. Makanya resinya disimpan yang rapi supaya dapat dipergunakan sebagai bukti apabila menanyakan naskah kita yang nggak sampai ke alamat tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sekarang kita lanjut ke poin nomer lima. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Setelah naskah kita sampai dengan selamat, tunggu selama satu hingga tiga bulan. Jika lebih dari tiga bulan tidak ada kabar berita, sebaiknya ditarik kembali dan memulai proses dari awal&lt;/span&gt;. Tapi kalo ada jawaban dari penerbitnya, maka naskah kita layak terbit dan itu berarti peluang untuk terbit semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, proses ini baru sampai di editor akuisisi, nanti naskah kita akan melewati proses rapat-rapat lanjutan dan pada rapat lanjutan ini bagian marketing akan mencari info di pasar, penanggung jawab naskah tersebut akan mencari referensi tambahan dan copy edtornya akan membaca berulang kali kalau naskah tersebut jadi terbit. Jadi, siap-siap untuk masuk jadwal edit. Selain itu, editor development juga siap-siap mencari referensi visual dan desain serta layoutnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, ternyata perjalanan sebuah naskah itu ribet juga, ya," kata Andi sambil merenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah nggak usah banyak merenung, pokoknya sekarang &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Stop Dreaming Start Action&lt;/span&gt;," kata Anto sambil melanjutkan, "Yang keenam, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;jika naskah kita kemudian dinyatakan akan diterbitkan, segera minta surat perjanjian&lt;/span&gt;. Baca satu per satu pasal yang ada dalam surat perjanjian tersebut. Jangan sampai ada yang terlewat. Kadang penulis pemula yang naskahnya baru pertama kali akan diterbitkan sering melupakan hal ini. Dia tidak perduli isi surat perjanjian tersebut karena yang terbayang di benaknya adalah naskahnya yang siap menjadi buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, di poin keenam ini, kita harus jeli memperhatikan apa judulnya sudah sesuai, berapa nilai kontraknya, berapa royaltinya, bagaimana cara pembayarannya, berapa lama kira-kira naskah kita akan diproses. Apakah tiga bulan atau satu tahun. Pokoknya kalo ada yang aneh, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana kalo setelah masa perjanjian, buku kita belum terbit juga? Nah, ini masuk ke dalam poin selanjutnya atau yang ketujuh. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Apabila setelah masa perjanjian terlewati, naskah kita belum terbit juga, segera tanyakan kepada editor yang menjadi penanggungjawab naskah tersebut&lt;/span&gt;. Jangan menanyakan hal ini kepada bagian keuangan, OB atau resepsionisnya, pasti jawabannya akan sukses membingungkan kita...hehehe...," kata Anto mencoba melucu. Tapi melihat Andi tidak tersenyum apalagi tertawa, Anto menyadari bahwa Andi sedang mendengarkan penjelasannya secara cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Anto kembali melanjutkan penjelasannya, "Kebalikan dari poin tujuh adalah poin delapan, yaitu &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;bagaimana jika tiba-tiba sudah terbit dengan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu?&lt;/span&gt; Malah dikasih tahu orang lain.  Pasti kita surpraise dan bangga dunks. Tapi, menyikapi hal ini bukan surparise atau kebanggaan yang seharusnya kita tonjolkan melainkan segeralah telepon untuk mendapat penjelasan dari editor atau pihak penerbitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan ini sah-sah saja bahkan harus kita lakukan. Apabila dasar hukumnya kuat, kita bahkan bisa meminta agar buku yang telah diedarkan ditarik kembali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kok poin ketujuh dan kedelapan bisa terjadi. Bukankah lembaga penerbitan itu lembaga yang telah mempunyai prosedur kerja yang baku dan tidak sembarangan saja cara kerjanya?" tanya Andi yang tampak kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan Andi, Anto tersenyum dan memuji ketelitian sahabatnya itu. "Kenapa bisa terjadi? Ya, bisa saja editor kan juga manusia. Pada intinya, kejadian pada poin ketujuh dan kedelapan dapat terjadi dikarenakan banyak faktor, diantaranya adanya rotasi jabatan pada perusahaan tersebut, atau ada orang baru yang menangani proyek buku kita, atau bisa jadi lagi pihak penerbit sudah berusaha menghubungi kita, tapi kitanya lagi nggak berada di bumi. Hehehe..lebay banget, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya, kalau alasan yang pertama, yaitu rotasi jabatan yang terjadi, kita bisa mengatakan bahwa ini kesalahan dari atasannya, karena atasannya wajib meminta laporan sedetil mungkin kepada editor yang pernah ada di bawahnya. Jadi semua proses naskah yang akan terbit, sedang dikerjakan, sedang dibaca atau masih antri untuk dibaca semua harus dimiliki oleh atasannya sehingga poin ke tujuh dan kedelapan tidak harus terjadi," urai Anto sambil menambahkan, "Ya sudah. Aku mau berangkat dulu, ntar keburu siang dan editor yang menungguku bisa-bisa kabur entah kemana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Okelah kalo begitu. Aku juga mau ikut kamu ke penerbit," kata Andi sambil berdiri dari duduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, ngapain?" Anto bertanya dengan heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku kan juga mau memasukkan naskahku ke penerbit," jawab Andi singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang...," tanya Anto yang keburu dipotong oleh Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang semua yang barusan kamu katakan sudah kulakukan. Pokoknya aku yakin naskahku kali ini akan diterbitkan. Jadi, yuk kita berangkat," potong Andi sambil menunjukkan amplop besar yang sedari tadi ditentengnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kedua sahabat itu berangkat bersama dengan membawa mimpi-mimpi indah tentang buku mereka yang meledak di pasaran menjadi buku BEST SELLER!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-2635324449163841227?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/2635324449163841227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=2635324449163841227' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/2635324449163841227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/2635324449163841227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2009/11/mengirim-naskah-ke-penerbit.html' title='Mengirim Naskah Ke Penerbit'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-499993901544943661</id><published>2009-10-09T07:23:00.001-07:00</published><updated>2009-10-09T07:23:18.158-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Mengatasi Kejenuhan Menulis Cerita Anak</title><content type='html'>Andi dan Anto kembali bertemu setelah sekian lama tak bertatap muka. Di hari raya Idul Fitri nan suci ini kedua sahabat itu berpelukan dan saling bermaaf-maafan,&lt;br /&gt;"Minal Aidin Walfaidzin. Mohon maaf lahir batin," kata Anto sambil menjabattangan dan memeluk sahabatnya itu.&lt;br /&gt;"Sama-sama," jawab Andi membalas pelukan sahabatnya itu.&lt;br /&gt;"Bagaimana kegiatan menulismu, Masih berlanjut?" tanya Anto.&lt;br /&gt;"Alhamdulillah masih, Hanya saja di bulan ramadhan kemaren aku sempat mengalami kebosanan dan kejenuhan dalam menulis, sampai-sampai aku mau muntah kalau melihat buku, pulpen atau komputer," jawab Andi.&lt;br /&gt;"Wah!! Lebay bener kamu, Ndi. Masa sampai segitunya. Lagian kita pernah membahas soal kejenuhan dan kebosanan dalam menulis, deh," kata Anto sambil melanjutkan, "Kalau kamu mengalami kebosanan dalam menulis, kamu bisa rehat sebentar dengan bermain game, jalan-jalan ke mall atau aktivitas lain yang bisa bikin kamu refresh lagi. Tapi ingat, jangan terlalu lama refreshnya, ntar malah nggak mau nulis lagi jadinya."&lt;br /&gt;Andi yang mendengar penjelasan sahabatnya itu bukannya mengangguk malah menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak setuju pada kata-kata Anto.&lt;br /&gt;"Aku sudah melakukan itu semua. Malah aku sampai pulang kampung untuk rehat sejenak dari menulis. Tapi, tetap saja aku merasa bosan dan jenuh dengan menulis," kata Andi.&lt;br /&gt;"Ya... kalau pulang kampung, itu sih bukan untuk rehat dari menulis, tapi memang ritual kamu setahun sekali harus pulang kampung," tukas Anto dan kedua sahabat itupun tertawa bersama. Begitu senangnya mereka berdua dengan pertemuan ini hingga tawa merekapun sangat lepas dan tanpa beban.&lt;br /&gt;Andi baru menyadari bahwa tiba-tiba dirinya ingin berbagi cerita saat di kampung kepada Anto. "Nto, aku ingin cerita pengalamanku selama lebaran di kampung&gt;"&lt;br /&gt;"Boleh. Aku juga ingin mendengar kegiatanmu selama di sana," jawab Anto.&lt;br /&gt;"Tapi kamu masih punya laptop,kan di rumah?" tanya Andi.&lt;br /&gt;"Masih, dong. Emang kenapa?" Anto balik bertanya dengan kening berkerut.&lt;br /&gt;"Aku mau pinjem dulu, sebab aku mau menceritakan pengalamanku di kampung dengan menulis bukan dengan bicara," jawab Andi.&lt;br /&gt;Anto yang mendengar jawaban Andi segera menyadari bahwa sahabatnya itu sudah mulai punya semanga untuk menulis alias bosan dan jenuhnya sudah hilang dan Antopun tertawa yang juga disambut dengan tawa lepas Andi.&lt;br /&gt;Kedua sahabat itupun berjalan menuju rumah Anto dengan berangkulan dan meninggalkan tawa gembira di sepanjang perjalanan mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-499993901544943661?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/499993901544943661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=499993901544943661' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/499993901544943661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/499993901544943661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2009/10/mengatasi-kejenuhan-menulis-cerita-anak.html' title='Mengatasi Kejenuhan Menulis Cerita Anak'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-8175894693569502952</id><published>2009-03-19T19:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T19:35:26.271-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampanye'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='damai'/><title type='text'>Mencari Bahan Tulisan untuk Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009</title><content type='html'>And i dan Anto sudah lamaaaaa.. sekali tidak bersua. Kali ini mereka berjumpa dalam sebuah kesempatan yang digelar oleh sebuah partai yang sedang mengadakan kampanye. Namun, mereka berdua berada pada partai yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, sudah lama sekali kita tidak bersua, Nto," kata Andi menyapa terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menjabat tangan sahabatnya itu, Anto menjawab, "Betul Ndi, sudah hampir 6 bulan, kali, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa kamu ikut kampanye partai ini karena kamu simpatisannya?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ssttt... bukan. Aku ikut kampanye ini bukan karena menjadi simpatisannya. Aku ikut karena ingin buat tulisan untuk kontes SEO," jawab Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kontes Es E O? Emang enak Es itu?" Andi kembali bertanya sambil menjilat sudut bibirnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uuuuh, kamu tuh emang pikirannya makanan melulu," kata Anto sambil melanjutkan, "SEO itu Search Engine Optimisation. Aku ingin buat tulisan tentang &lt;a href="http://www.pogung177.com/2009/01/pogung177-seo-contest-announcement/"&gt;Kontes SEO Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009&lt;/a&gt; untuk dipublish di webku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, itu tah. Kirain makanan baru," Andi berkata sambil terus menjilat sudut bibirnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku lagi butuh duit nih. Kebetulan hadiah Kontes SEO itu adalah duit sebesar 5 juta rupiah. Udah ada beberapa web yang mengulas tentang kampanye itu. Seperti web yang mengulas tentang kegiatan &lt;a href="http://kampanyedamaipemiluindonesia2009.ovan.info"&gt;Kampanye Pemilu&lt;/a&gt; dan artikel tentang &lt;a href="http://ovan.info/kampanye-damai-pemilu-indonesia-2009.html"&gt;Kampanye Damai Pemilu Indonesia&lt;/a&gt;," jelas Anto penjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus kamu posting tulisan kamu dimana?" tanya Andi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku baru beli domain baru dengan nama yang tidak sesuai dengan keyword kontes tersebut, tapi aku yakin untuk keyword &lt;a href="http://ovan.info"&gt;Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009&lt;/a&gt;, aku dapat bersaing dengan yang lain asal tulisanku lebih baik dan berbobot dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba serombongan sepeda motor yang melakukan konvoi mendekat ke arah mereka membuat suasana menjadi hiruk pikuk dengan suara knalpotnya yang meraung-raung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena makin tidak kondusif, akhirnya Andi dan Anto memutuskan untuk pulang saja. Toh, Anto sudah mendapat sekilas pandang mengenai suasana Kampanye Damai yang sebenarnya tidak damai-damai amat sih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-8175894693569502952?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/8175894693569502952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=8175894693569502952' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/8175894693569502952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/8175894693569502952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2009/03/mencari-bahan-tulisan-untuk-kampanye.html' title='Mencari Bahan Tulisan untuk Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-3153910742682549337</id><published>2009-01-21T19:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T19:39:39.619-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa untuk cerpen'/><title type='text'>Sekedar Nulis</title><content type='html'>Sudah lama rasanya Anto dan Andi tidak bertemu. Ini dikarenakan mereka berdua sibuk dengan kegiatan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mereka berdua menyukai bidang penulisan, tapi ternyata urusan dapur tidak bisa dikesampingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, mereka memilih mengisi dapur mereka dahulu baru kemudian menekuni kembali dunia yang mereka cinta, yaitu Menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sampai hari inipun mereka masih belum bertemu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-3153910742682549337?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/3153910742682549337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=3153910742682549337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/3153910742682549337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/3153910742682549337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2009/01/sekedar-nulis.html' title='Sekedar Nulis'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-1977403868756449405</id><published>2008-11-04T17:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-04T17:37:03.698-08:00</updated><title type='text'>MTM (2)</title><content type='html'>Melanjutkan percakapan mereka pada hari sebelumnya, Anto memberikan beberapa poin tentang pembelajaran menulis mereka selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selanjutnya, yang mesti kamu perhatikan dalam menulis cerita anak-anak adalah &lt;a href="http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/12/bermain-dengan-setting-lokasi.html"&gt;pemilihan setting atau lokasi&lt;/a&gt;," kata Anto mengawali pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, itu aku masih sedikit mengingatnya. Pemilihan setting atau lokasi itu sendiri mesti kita sesuaikan dengan tema cerita, kan?" tanya Andi menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya.. iyalah. Dan untuk itu, kamu juga mesti memahami &lt;a href="http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/01/deskripsi-dalam-cerpen.html"&gt;deskripsi dalam cerpen&lt;/a&gt; serta jangan lupakan &lt;a href="http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/01/pesan-moral-dalam-cerpen-anak-anak.html"&gt;Pesan moral dalam cerita untuk anak-anak&lt;/a&gt; itu yang harus kita sisipkan, sehingga cerita yang kita buat lebih sarat ilmu dan pendidikan bagi generasi muda kita, bukan hanya cerita yang bersenang-senang saja," tandas Anto.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-1977403868756449405?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/1977403868756449405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=1977403868756449405' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/1977403868756449405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/1977403868756449405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/11/mtm-2.html' title='MTM (2)'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-3609079588832182193</id><published>2008-11-02T19:24:00.000-08:00</published><updated>2008-11-02T20:05:05.333-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='genre cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Books'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>MTM (Mengulang Tentang Menulis)</title><content type='html'>Sudah sangat lama sekali Anto dan Andi tidak bersua. Saat berjumpa, hal pertama yang ditanyakan oleh Andi adalah mengenai MENULIS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waduh, mbok yao tanya yang lain dulu. Tanya kabar, kek, apa kek gitu. Ini kok langsung tanya soal menulis. Emangnya nggak ada pertanyaan lain apa?" protes Anto sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya... aku sih udah tahu kabar kamu baik-baik saja," jawab Andi pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, tahu dari mana?" Anto kali ini kebingungan dan berpikir selama tidak bertemu, mungkin Andi telah belajar ilmu meramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fakta! Bahwa kamu berdiri di sini dan tidak kurang suatu apa, hal itu menandakan bahwa kamu dalam keadaan sehat wallafiat kan?!" jawab Andi lugas yang membuat Anto tersenyum sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Trus apa yang mau kamu tanyakan soal menulis, bukankah sudah banyak kamu mencatat apa yang sudah kita bicarakan selama ini?" tanya Anto lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, tapi ada beberapa lembar catatan awal gua menghilang," kata Andi memberi alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanya kalau punya catatan penting itu disimpan yang rapi, biar nggak ilang," sungut Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yee.. aku sih menyimpan dengan baik, cuman kemaren orangtuaku kekurangan kertas buat bungkus barang dagangannya, dan tanpa tanya kepadaku, dia langsung mengambil tumpukan kertas milikku untuk dijadikan bungkus," jawab Andi dengan nada kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto yang mendengar jawaban Andi langsung terpingkal-pingkal. "Oke deh. Aku kasih rambu-rambu aja, ya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rambu Lalu Lintas?" tanya Andi polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan rambu itu, tapi sekedar kata kunci untuk mengingatkan kamu tentang latihan menulis kita terdahulu," tukas Anto sambil melanjutkan, "Yang pertama, seingatku kita membahas tentang &lt;a href="http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/11/andi-menemukan-ide.html"&gt;Menemukan Ide&lt;/a&gt;, kemudian &lt;a href="http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/11/dongeng-cerita-tanpa-batas.html"&gt;Dongeng 'Cerita Tanpa Batas'&lt;/a&gt;, lalu &lt;a href="http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/11/menulis-ulang-menerjemahkan.html"&gt;Menulis Ulang, Menerjemahkan, Mengadaptasi dan Karya Sendiri&lt;/a&gt;. Yang lainnya nanti aku ingat-ingat lagi, sekarang cukup itu dulu, ya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Huuu...dasar pelit!" kata Andi tapi dengan rasa terima kasih karena dibantu mengingat latihan-latihan awal mereka menulis dulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-3609079588832182193?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/3609079588832182193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=3609079588832182193' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/3609079588832182193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/3609079588832182193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/11/mtm-mengulang-tentang-menulis.html' title='MTM (Mengulang Tentang Menulis)'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-7462475051967072079</id><published>2008-07-24T23:22:00.000-07:00</published><updated>2008-07-24T23:24:31.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku cerita anak'/><title type='text'>Alternatif Pencarian Ide 2</title><content type='html'>Anto dan Andi tengah jalan-jalan di alun-alun saat mata Andi tertuju pada pedagang koran dan majalah yang mangkal di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nto, kita ke pedagang koran itu, yuk?" ajak Andi sambil berjalan mendahului. Sedangkan Anto hanya mengangguk menjawab ajakan sahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di pedagang tersebut, Andi melihat-lihat sejenak tumpukan koran dan majalah. Kemudian, tangannya mengambil majalah anak-anak terbitan ibu kota yang sudah terkenal dan membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua sahabat itu kemudian melanjutkan jalan-jalan di alun-alun untuk menikmati suasana sore menjelang malam. Anto sempat membeli kacang rebus untuk menemani mereka ngobrol sambil duduk di bangku yang tersedia di alun-alun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Andi membolak-balik dan membaca beberapa cerita anak yang ada dalam majalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, To, kenapa aku baca dari tadi nggak ada pesan moral dalam cerita anak ini, ya?" tiba-tiba Andi membuka pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksud kamu, pesan moral yang kayak apa?" jawab Anto balas bertanya sambil mengambil majalah anak-anak itu dari tangan Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biasanya, kan, dalam sebuah cerita harus ada pesan moral seperti jangan membolos, jangan mencuri jambu tetangga, jangan menyontek dan sebagainya," jawab Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh... itu sih udah ketinggalan jaman, Ndi. Sekarang kita sebagai penulis harus mempunyai daya kreatifitas tinggi. Jangan hanya mengekor format yang sudah ada sejak jaman Unyil dan Pak Raden," kata Anto sambil melanjutkan, "Jaman sekarang sudah berubah. Begitu juga dengan psikologi anak-anak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi yang mendengar kata-kata Anto hanya mencibirkan mulutnya. "Huuuu sok tahu kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukannya sok tahu, tapi sebagai penulis, kita harus dapat menciptakan trend baru bagi pembaca kita. Cobalah menulis apa saja yang pernah kamu alami dengan gaya bertutur yang lebih ringan. Syukur kalau kamu bisa membuat cerita yang kocak. Nggak ada pesan moral juga nggak pa-pa, malah buat aja cerita yang mengkritik orang dewasa. Jangan hanya menasehati dan menggurui melulu," kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, benar-benar sok tahu kamu. Aku saja baru pertama kali ini membaca cerita anak model begini, kok kamu sudah bisa bicara panjang lebar tentang format cerita anak yang baru," kata Andi meragukan kata-kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum Anto kembali menyerahkan majalah anak-anak itu pada Andi, "Nah, baca dulu siapa penulis cerita yang kamu baca itu baru kamu tahu apa yang aku katakan benar atau tidak," kata Anto sambil menunjuk nama penulis yang tertera di cerita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kaget Andi membaca nama penulisnya: A N T O.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-7462475051967072079?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/7462475051967072079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=7462475051967072079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/7462475051967072079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/7462475051967072079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/07/alternatif-pencarian-ide-2.html' title='Alternatif Pencarian Ide 2'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-3019825665847589007</id><published>2008-07-02T02:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T02:55:20.348-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Alternatif Pencarian Ide untuk Cerita</title><content type='html'>Lebih dari satu bulan Andi dan Anto tak bersua. Sebagai seorang sahabat, Andi sangat kangen pada temannya itu sehingga hari ini dia pergi untuk mengunjungi sahabat karibnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya juga, selain kangen, Andi juga membawa misi untuk mengorek ilmu Anto mengenai tulis menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah Anto, kebetulan Anto sedang memandikan Si Bagong, burung kesayangannya. "Woi, dah rubah haluan jadi pedagang burung, nih?" kata Andi menyapa sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kaget, Anto yang lagi nyemprot si Bagong memutar tubuhnya ke belakang. Tapi karena memegang selang, maka arah semprotan selang yang tadinya ke tubuh si Bagong, jadi berubah menyemprot tubuh Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terang aja Andi mencak-mencak mengeluarkan ginkang (ilmu ringan tubuh)-nya. Tapi dasar emang nggak punya ilmu meringankan tubuh, maka sebagian bajunya sudah kena semprot air duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sory, Ndi... sorry. Habis kamu ngageting aja, sih," kata Anto sembari meminta maaf dan mematikan aliran air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tumben, ada apa nih?" tanya Anto sambil memberikan handuk untuk mengeringkan tubuh Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi menyambut handuk itu sambil tetap manyun. "Tadinya aku kangen sama kamu, tapi sekarang aku jadi males. Soalnya, bukan di kasih air minum malah disuruh mandi," jawab Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku kan sudah minta maaf. Ayo duduk sini," kata Anto mempersilahkan sahabatnya itu untuk duduk di kursi yang ada di teras rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah duduk dan meminum teh hangat, Andi kemudian menceritakan masalah pokoknya selain rasa kangen terhadap Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi merasa sudah mulai bisa menulis, terbukti dengan beberapa hasil karyanya dan pernah memenangkan sebuah lomba penulisan cerita pendek di sebuah majalah ibu kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saat ini, Andi mengalami kesulitan mencari ide-ide segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar, Anto tiba-tiba berkata, "Aku mau pergi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi yang baru saja meminum teh hangatnya langsung menyemburkannya karena kaget. "Bruah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganti Anto sekarang yang harus jumpalitan menghindari semburan air teh hangat dari mulut Andi. "Gila, loe, ya" teriak Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu yang gila," balas Andi nggak mau kalah. "Masa' aku minta bantuan, kamu malah mau pergi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha, kan itu tadi sudah aku bantu," balas Anto sengit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bantu apaan?" tanya Andi nggak ngerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mau pergi. Itu kalimat bantuan dari aku. Tinggal kamu sendiri yang harus bisa ngembangin," kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku masih belum ngerti," kata Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpaksa Anto menjelaskan mengenai beberapa metode alternatif mencari ide. "Dalam mencari ide, kita tidak harus menyendiri atau pergi ke tempat-tempat sepi. Tapi ada juga beberapa alternatif untuk mencari ide yang sederhana tapi sangat manjur. Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;1. Metode Daftar Kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode ini bisa diterapkan dengan mengambil kata secara acak dari buku atau kamus. Kalau memungkinkan, minta teman yang memilihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah daftar kata yang harus dimuat cerita itu sekitar 8-10 kata. Contohnya, hutan, harimau, pohon, tertawa, rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kata-kata itu tidak saling berhubungan, jadi asyiknya ya merangkai cerita agar kata-kata tersebut ada semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;2. Metode First Line&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil kalimat pertama dari buku manapun, tapi yang belum dibaca atau minta bikinin kalimat sama teman, dan coba kamu karang sendiri lanjutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode kedua inilah yang aku berikan padamu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;3. Metode Judul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti metode kedua, kamu bisa lihat-lihat judul buku di perpustakaan atau toko buku. Coba tulis cerita berdasarkan judul yang menarik perhatian tanpa tahu isinya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari tiga metode ini, coba kamu pilih salah satu atau gabungkan ketiga metode tersebut untuk mendapatkan ide bagi naskah ceritamu. Mudah-mudahan berhasil," jelas Anto panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengerti, Andi jadi tersenyum dan ganti dia yang minta maaf sama Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang nggak pernah rugi aku main ke rumahmu, Nto," kata Andi pada sahabatnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itulah gunanya teman," jawab Anto sambil menepuk pundak sahabat tercintanya itu dan mereka pun meneruskan menikmati segelas teh hangat dan pisang goreng kegemaran mereka berdua yang baru dibeli saat Mak Ijah lewat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-3019825665847589007?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/3019825665847589007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=3019825665847589007' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/3019825665847589007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/3019825665847589007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/07/alternatif-pencarian-ide-untuk-cerita.html' title='Alternatif Pencarian Ide untuk Cerita'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-6218987298006337862</id><published>2008-05-30T20:33:00.000-07:00</published><updated>2008-05-30T20:33:02.051-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='genre cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa untuk cerpen'/><title type='text'>Warna Ceria pada Buku Anak</title><content type='html'>Menjadi seorang penulis buku anak dirasakan banyak penulis sebagai hal yang sulit. Hal ini, ternyata juga dialami oleh Andi yang memang menulis apapun akan merasa kesulitan he..he..he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Andi kembali mengunjungi Anto, sahabatnya, untuk bertanya mengenai masalah buku anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah Anto, Andi langsung saja menyodorkan naskah cerita anak yang baru saja ditulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong liatin dong, Nto!" kata Andi pada sahabatnya yang juga tengah menulis sebuah naskah pesanan salah satu tabloid anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini naskah baru atau naskah lama?" tanya Anto tanpa memegang naskah Andi sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Naskah baru dong!" sambar Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagus atau lumayan atau kurang bagus atau bahkan jelek?" tanya Anto lagi tetap tanpa menyentuh naskah Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasti bagus!" yakin Andi pada Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau pasti bagus, ya sudah, kirim aja. Nggak usah tanya pendapatku," celetuk Anto sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yeee...dimintai tolong temen kok pelit banget sih!" protes Andi dengan nada kesel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangin aja! (harus bener-bener dibayangin, ya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berangkat daari rumahnya menuju rumah Anto saja, perjalanan Andi penuh perjuangan. Baru sampai di depan gang rumahnya, Andi melihat Bang Joni (nama aslinya sih Yono, tapi karena lama di Jakarta dia rubah namanya jadi Joni. Kenapa bukan Yoni? Ya...klo Yoni kan kalah keren. Tapi Joni....wah nama orang gedongan tuh!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pas melihat Bang Joni si tukang kredit itu, Andi langsung saja balik lagi ke rumahnya dan ngumpet sampe Bang Joni yang manggil-manggil namanya bosen dan meninggalkan rumahnya. Nggak perlu dong dikasih tahu alasan kenapa Andi harus kabur dari Bang Joni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua yang harus dialami Andi adalah begitu lolos di gang pertama, Andi masih harus bertemu dengan Juminten yang jualan jamu. Melihat Juminten yang agak-agak centil ini, Andi pun harus ngumpet di balik pohon sawo milik Pak Haji Safii. Baru setelah Juminten lewat, Andi buru-buru lari menuju rumah Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klo masalah, Juminten, sebenarnya, Andi nggak punya utang meski sering minum jamu tanpa bayar. Masalahnya adalah Andi udah kadung janji akan nikahin Juminten sejak Lebaran tiga tahun lalu. Nah itulah yang bikin Andi jadi malu hati klo harus ketemu sama Juminten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang perjuangan ketiga adalah Anjing milik Baba Liong. Anjing ini sebenarnya bukan anjing pengganggu. Tapi setiap kali Andi yang punya badan kurus kerempeng mirip tengkorak berjalan itu lewat di depan hidungnya, Anjing yang punya nama keren "Boy" ini selalu dengan semangat 45 berlari mengejar Andi. Kontan saja, Andi harus pontang-panting lari menyelamatkan diri sampai-sampai sandal jepitnya putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil melewati tiga rintangan menuju rumah Anto, akhirnya Andi berhasil menyentuh gagang pintu rumah Anto dan kejadian selanjutnya pasti sudah pembaca ketahui bersama seperti yang sudah diceritakan di paragraf awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, jadi gimana?" tanya Andi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apanya yang gimana?" Anto balas bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanya, dilihat dulu dong naskahku. Jangan cuman tanya-tanya melulu," Andi memprotes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas Anto akhirnya membaca naskah yang disodorkan sahabatnya itu. Beberapa saat kemudian, Anto berkata, "Beberapa kali aku membaca karya penulis asing untuk menambah pengetahuanku dalam menulis cerita anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Karena keterbatasan pemahaman linguistik anak-anak, saat menulis cerita anak kadang kita tak leluasa membuat gaya bahasa seperti layaknya karya sastra untuk orang dewasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Oleh karena itu, pemilihan kata untuk anak mesti diperhatikan, sehingga kesederhanaan kalimat sering kita tampilkan. Tapi, kesederhanaan yang kamu buat juga mesti berbobot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah membaca beberapa tips dan trik yang bisa digunakan untuk memberikan "warna" pada buku cerita anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Yang pertama adalah membuat perumpamaan dengan kacamata anak-anak.&lt;/span&gt; Contohnya, Rida paling tidak suka melihat Tante Lina berpakaian. Tempo hari, Tante Lina sangat mirip terong raksasa yang bisa berjalan. Dari topi sampai sepatunya berwarna ungu tua. Iiiiii, padahal Rida paling malas melihat yang namanya terong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kamu bayangin, kan gimana terong ungu berjalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau contoh lainnya, kamu bisa bikin kalimat seperti ini, Muka Doni pucat. Tiwi langsung ingat udang goreng yang disediakan ibu semalam di meja makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau yang lain seperti ini. Andi bertubuh kurus. Kurus sekali hingga disangka tengkorak jalan-jalan. Kalo orang menertawakan Andi karena mirip tengkorak, maka Anjing seringkali mengejarnya karena disangka tulang yang siap untuk dimakan," jelas Anto pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wooooi!! Nggak usah pakai fisik dong. Gue emang kurus, tapi jangan dipakai untuk contoh!" protes Andi yang nggak terima fisiknya dijadikan bahan omongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho...kan aku ngasih contoh nyata biar kamu lebih mengerti," Anto pun membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, udah nggak usah pakai fisik deh sekarang. Trus apalagi yang bisa kamu jelaskan?" tanya Andi akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Yang kedua adalah mendefinisikan istilah dengan polos.&lt;/span&gt; Contohnya aku ambilkan dari buku Konrad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kak Wita tadi bercerita soal pelajaran barunya di kelas pada Ibu.&lt;br /&gt;Katanya, ada pelajaran tentang akar-akaran. Tapi yang kudengar bukan akar tumbuhan, tapi akar angka. Katanya, akar 16 itu 4, akar 100 itu 10. Aku bingung. Kalau akar sejuta mungkin  pohonnya besar sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau Lo bisa ambil contoh yang lain. Tentang Paparazi misalnya. Kamu bisa bikin dialog seperti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paparazi itu siapa sih, Oom? Pasti Indo ya? Namanya aneh. Trus, istrinya dipanggil Mama Razi, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, hal-hal seperti itu yang mungkin bisa menambah 'warna' pada naskah atau buku anak-anak kamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-6218987298006337862?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/6218987298006337862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=6218987298006337862' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/6218987298006337862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/6218987298006337862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/05/warna-ceria-pada-buku-anak.html' title='Warna Ceria pada Buku Anak'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-5227649766546302697</id><published>2008-05-26T05:50:00.000-07:00</published><updated>2008-05-26T05:50:00.772-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Young Adult'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='genre cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Young Adult</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Memahami Genre Buku Cerita Anak #8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Young Adult&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, leganya!" kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana, nih? Ada nggak  genre lain lagi?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih ada, dong! Ini yang terakhir dan habis ini elo boleh langsung praktek atau langsung pulang terserah elo!" kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"OKe! Genre yang terakhir adalah Young Adult!" teriak Anto sambil senyam-senyum melihat Andi yang melotot padanya karena tebakan asal-asalannya disebut sebagai genre terakhir oleh Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Young Adult ini adalah genre untuk anak usia 12 tahun ke atas. Panjang naskahnya antara 130 sampai 200 halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plot ceritanya bisa sangat "ruwet" dengan banyak karakter utama, meskipun tetap ada satu karakter yang difokuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema yang diangkat seringnya relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Buku The Outsiders karta S.E. Hinton menjadi tonggak sejarah buku cerita anak di genre ini yang menceritakan permasalahan remaja saat itu ketika pertama kali diterbitkan pada tahun 1967.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori new-age untuk usia 10 hingga 14 tahun juga perlu diperhatikan, terutama untuk buku-buku kelompok nonfiksi remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku di kelompok ini sedikit lebih pendek dibanding untuk kelompok usia 12 tahun ke atas, serta topik yang biasa diambil adalah fiksi dan nonfiksi itu lebih cocok untuk anak-anak yang telah melewati buku genre middle grade, tetapi belum siap membaca buku-buku fiksi atau belum mempelajari subjek nonfiksi yang materinya fitujukan untuk pembaca di kelas sekolah menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu. Nah, sekarang terserah deh kamu mau ngapain," kata Anto pada sahabatnya yang kelihatan mringas-mringis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A...a..aku.....aku mau nge-bom!!" teriak Andi yang langsung melesat secepat kilat menuju kamar mandi untuk nge-bom alias BAB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar JOROK!!!!!!" teriak Anto.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-5227649766546302697?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/5227649766546302697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=5227649766546302697' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/5227649766546302697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/5227649766546302697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/05/young-adult.html' title='Young Adult'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-945282122032165874</id><published>2008-05-22T05:46:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T05:50:18.547-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='genre cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Middle Grade'/><title type='text'>Middle Grade</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;Memahami Genre Buku Cerita Anak #7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;Middle Grade&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seteko kopi panas tersaji di atas meja, Anto mulai melanjutkan lagi penjelasannya tentang kopi..eh, sori tentang genre buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah beberapa genre buku yang sudah aku jelasin, masih ada jenis genre buku yang lain. Yaitu Middle Grade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genre ini untuk anak usia 8 sampai 12 tahun yang merupakan usia emas anak dalam membaca. Naskahnya lebih panjang, sekitar 100 sampai 150 halaman deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya juga mulai kompleks juga, sama dengan Chapter Books. Di Middle Grade ini bagian-bagian sub-plot menampilkan banyak karakter tambahan yang berperan penting dalam jalinan cerita dan tema-temanya cukup modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak di usia ini biasanya mulai tertarik dan mengidolakan karakter dalam cerita. Hal ini menjelaskan keberhasilan beberapa seri petualangan yang terdiri dari 20 atau lebih buku dengan tokoh yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok fiksinya beragam mulai dari fiksi kontemporer, sejaran, hingga sience-fiction atau petualangan fantasi. Sementara yang masuk kelompok nonfiksi antara lain biografi, iptek, dan topik-topik multibudaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunggu," kata Andi, "Makin ke sini, kok makin aneh dan ribet genrenya? Ntar lama-lama bakal ada genre Young Adult segala".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya...genre buku itu kan disesuaikan dengan genre atau tingkatan dan untuk siapa pembacanya, makanya.....hop!" teriak Anto yang melihat Andi mau menyela omongannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ntar kita lanjutin, sekarang gantian gua yang mau pipis," kata Anto sambil langsung lari ke kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-945282122032165874?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/945282122032165874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=945282122032165874' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/945282122032165874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/945282122032165874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/05/middle-grade.html' title='Middle Grade'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-7611736116267301192</id><published>2008-05-12T08:51:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T08:51:00.391-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='genre cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chapter books'/><title type='text'>Chapter Books</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Memahami Genre Buku Cerita Anak #6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Chapter Books&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai mengeluarkan persediaan pipis di kantong kemihnya, Andi duduk kembali dan makan pisang goreng di atas meja (lho..bukannya pisang gorengnya dah habis di cerita ketiga? Kok sekarang nongol lagi? Tenang aja, soalnya, waktu Andi pipis, ada tukang gorengan lewat dan Anto membeli beberapa pisang goreng untuk menemani mereka ngobrol).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh. elo nggak nanya dari mana pisang goreng yang barusan elo makan?" tanya Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak perlu, ah! Kan, pembaca dah pada tahu sendiri. Barusan baca penjelasannya, kan?" jawab Andi sekenanya. "Udah deh lanjutin soal genre buku ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Genre buku selanjutnya," kata Anto membuka penjelasannya kembali. "Adalah Chapter Books. Buku ini diperuntukkan bagi anak usia 7 hingga 10 tahun, terdiri dari naskah setebal 45-60 halaman yang dibagi dalam tiga hingga empat halaman per bab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya lebih padat dibanding genre transition books, walaupun tetap memakai banyak ramuan aksi petualangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimatnya mulai sedikit kompleks, tapi paragraf yang dipakai pendek (rata-rata 2-4 kalimat). Tipikal dari genre ini adalah cerita di akhir setiap bab dibuat menggantung di tengah-tengah sebuah kejadian agar pembaca penasaran dan terstimulasi untuk terus membaca bab-bab selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serial Herbie Jones karangan Suzy Kline (Puffin Publishing) dan Ramona karya Beverly Cleary (Morrow Publishing) dikatakan masuk dalam genre buku anak ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah, nih?" tanya Andi. "Sip dah. Klo masih ada lagi, buruan lanjutin penjelasannya biar sekalian tuntas"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buruan gundulmu itu, kopi dah habis nih. Bikin dong!" pinta Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yeeee.... yang jadi tuan rumah kan situ. Ngapain aku harus bikinin kopi," protes Andi yang langsung disambit pisang goreng oleh Anto, kali ini pas kena di mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Woooke...woooke...wuaku wuighhinin ghoofi whhuak whhamhhu," kata Andi yang mulutnya masih keganjel pisang goreng anget. Maksud omongannya yang nggk karuan sih begini : "OKE-OKE! AKU BIKININ KOPI BUAT KAMU!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-7611736116267301192?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/7611736116267301192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=7611736116267301192' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/7611736116267301192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/7611736116267301192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/05/chapter-books.html' title='Chapter Books'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-2350013341265610553</id><published>2008-05-07T08:48:00.000-07:00</published><updated>2008-05-07T08:51:19.134-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='genre cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Books'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='transition books'/><title type='text'>Transition Books</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Memahami Genre Buku Cerita Anak #5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Transition Books&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anto benar-benar nggak nyemburin kopi ke mukanya lagi, Andi kembali duduk dengan tenang (sebenarnya sih nggak tenang-tenang amat. Soalnya kakinya masih siap siaga untuk melompat apabila Anto menyemburkan sesuatu dari mulut atau nyambitin sesuatu dari tangannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terusin deh, Nto," pinta Andi akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke. Tapi nggak usah pegangan kursi gitu dong. Santai aja," kata Anto. Setelah Andi terlihat benar-benar santai baru Anto melanjutkan penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, genre buku selanjutnya adalah Transition Books. Buku jenis ini disebut juga sebagai "chapter book tahap awal", untuk anak usia 6-9 tahun. Merupakan jembatan penghubung antara genre easy readers dan chapter books.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya penulisannya persis serperti easy readers, namun lebih panjang (naskah biasanya sebanyak 30 halaman, dipecah menjadi 2-3 halaman per bab), ukuran trim per hlamannya lebih kecil lagi, serta dilengkapi dengan ilustrasi hitam-putih di beberapa halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serial The Kids of the Pols Stret School karya Patricia Reilly Giff (Dell Young Tearling Publishing) dan seri Stepping Stone Books yang diterbitkan Random House masuk dalam kelompok genre ini," kata Anto sambil meminum lagi kopi di atas meja yang langsung membuat Andi bersiap siaga lagi untuk mengeluarkan jurus langkah seribu nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, mau kemana Lo?" tanya Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau pipis dulu, ntar dilanjutin lagi, ya," jawab Andi sambil ngibrit ke kamar mandi karena udah nggak tahan pengin pipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung...&lt;div id="zemanta-pixie" style="margin: 5px 0pt; width: 100%;"&gt;&lt;a id="zemanta-pixie-a" href="http://www.zemanta.com/" title="Zemified by Zemanta"&gt;&lt;img id="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixie.png?x-id=9d2ac8ce-03bf-441d-8579-e3065fbd0bab" style="border: medium none ; float: right;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-2350013341265610553?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/2350013341265610553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=2350013341265610553' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/2350013341265610553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/2350013341265610553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/05/transition-books.html' title='Transition Books'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-7320379103393670808</id><published>2008-05-03T22:02:00.000-07:00</published><updated>2008-05-03T22:07:09.173-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Easy Readers</title><content type='html'>Memahami Genre Buku Cerita Anak #4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Easy Readers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah...sadis banget sih!" teriak Andi sambil kalang kabut menghindar dari muncratan kopi yang keluar dari mulut Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyeka mulutnya, Anto pun balik menyemprot sahabatnya yang nggak tahu diri itu, "Nah, elo yang sadis. Orang dari tadi dah ngecap kesana-kemari, bukannya disimak malah pikiranmu itu kemana-mana. Trus minta diulangi lagi, kan capek aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, deh...sori dori mori," kata Andi seperti biasa kalau meminta maaf. "Lanjutin aja deh penjelasannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menenangkan hatinya yang rada mangkel, Anto akhirnya mau melanjutkan lagi penjelasannya mengenai genre buku anak. "Oke, selanjutnya...ada genre yang disebut Easy Readers".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, bagus itu. Kalo yang begituan aku tahu," serobot Andi sambil nunjuk-nunjuk muka Anto. "Aku paling suka nonton itu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto yang kebingungan makin bingung, "Nonton? Nonton apaan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya...itu tadi. Film Knight Rider, kan?!" kata Andi dengan penuh keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung Anto nggak lagi minum kopi, klo saja dia sedang minum kopi, tentu adegan sebelumnya pasti terulang lagi. Dan kali ini, kebetulan Anto sedang memegang pisang goreng yang tinggal separo dan mendengar jawaban Andi langsung saja tangannya reflek melempar pisang itu pas nempel di hidung Andi yang langsung aja gelagepan karena nggak bisa napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar kacau elo, Ndi! Yang gua bilang Easy Rider bukannya film Knight Rider yang moncong mobilnya bisa kelap-kelip itu!" sembur Anto. "Udah deh jangan motong omonganku dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Easy Rider yang gue bilang tadi dikenal juga dengan sebutan easy to read. Buku-buku genre ini biasanya untuk anak-anak yang baru mulai membaca sendiri (usia 6-8 tahun). Masih tetap ada ilustrasi berwarna di setiap halamannya, tapi dengan format yang sedikit lebih "dewasa": ukuran trim per halaman bukunya lebih kecil dan ceritanya dibagi dalam bab-bab pendek. Tebal buku biasanya 32-64 halaman dan panjang teksnya beragam antara 200-1.500 kata, atau paling banyak 2.000 kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita disampaikan dalam bentuk aksi dan percakapan interaktif, menggunakan kalimat-kalimat sederhana (satu gagasan per kalimat). Biasanya ada 2-5 kalimat di tiap halaman. Seri I Can Read yang diterbitkan Harper Trophy merupakan contoh terbaik buku genre ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sudah dicatat belum? Atau mau aku semprot lagi pakai air kopi?" tanya Anto yang tersenyum kegelian melihat Andi yang ketakutan dan bersiap mengambil ancang-ancang untuk lari dari semburan kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-7320379103393670808?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/7320379103393670808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=7320379103393670808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/7320379103393670808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/7320379103393670808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/05/easy-readers.html' title='Easy Readers'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-1436465619713784437</id><published>2008-04-16T05:09:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T05:13:32.382-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='early picture books'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='genre cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='baby books'/><title type='text'>Memahami Genre Buku Cerita Anak #3</title><content type='html'>&lt;span&gt;Early Picture Books&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membersihkan meja yang kotor, Anto pun duduk kembali menemani sahabatnya yang haus akan informasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, jadi bagaimana?" tanya Andi tidak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaelah, baru juga duduk. Kasih napas dulu, dong!" sahut Anto sambil terrtawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke, setelah dua genre yang sudah kusebutkan tadi, genre yang ketiga adalah Early Picture Books. Genre ini...," belum selesai Anto berbicara, Andi langsung menyambar. "Wah, ngaco nih! Mentang-mentang awalnya ada Picture Books, trus selanjutnya kamu bikin ada ilernya picture books. Ntar, lama-lama ada pipisnya atau ompolnya picture books lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho?! Siapa yang ngomongin iler?" tanya Anto kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, jangan anggap aku orang bodoh, Nto. Biar gini-gini aku masih ada turunan einsten lho," sesumbar Andi yang tentunya makin nunjukkin (waduh nggak tega ngomongnya neh!). Pokoknya tahu sendiri lah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku kan tadi ngomong early bukan iler. Dan itu aku nggak mengada-ada. Memang dari yang pernah aku baca, genre buku cerita anak ya...kayak gitu," jelas Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, terserah deh! Lawan kamu gua pasti kalah!" kata Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto yang mendengar sahabatnya itu nggak mau tahu cuman geleng-geleng kepala. "Nggak ilang-ilang adat yang sok tahu dari anak ini," batin Anto, tapi kemudian mulutnya berkata, "Oke! Aku lanjutin nih. Genre Early Picture Books ini sebentuk dengan picture books. Namun, dilengkapi sedemikian rupa untuk usia-usia akhir di batas 4 hingga 8 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya sederhana dan berisi kurang dari 1.000 kata. Banyak buku genre ini yang dicetak ulang dalam format board book untuk melebarkan jangkauan pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Very Hungry Caterpilar (Philomel Publishing) karya Eric Carle adalah salah satu contohnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, gimana? Dah paham?" tanya Anto sambil menghirup lagi secangkir kopi panasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya..lumayanlah. Cuman tunggu dulu ya. Aku mau nyatet keterangan kamu tadi biar bisa kuhapal dan kubaca lagi kalau aku perlu. Coba ulangi lagi dari awal penjelasanmu," pinta Andi sambil mencari kertas dan pena, sedangkan Anto yang mendengar permintaan Andi langsung saja tersedak dan akibatnya muncratan air kopi dari mulutnya nyampe juga ke wajah Andi (wuih...sadis banget, gimana rasanya kena muncratan kopi dari mulut gitu, ya? Tapi sengaja tidak digambarkan disini, biar nggak pada muntah. Tapi klo mau ngebayangin sendiri juga nggak papa kok. He.he.he.he...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Bersambung&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-1436465619713784437?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/1436465619713784437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=1436465619713784437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/1436465619713784437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/1436465619713784437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/04/memahami-genre-buku-cerita-anak-3.html' title='Memahami Genre Buku Cerita Anak #3'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-5384553315775953544</id><published>2008-04-06T19:12:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T04:43:48.035-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='genre cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='picture books'/><title type='text'>Memahami Genre Buku Cerita Anak #2</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memahami Genre Buku Cerita Anak #2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Picture Books&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memakan habis kedua potong sisa singkong rebus itu, Andi kembali menagih janji pada Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo, Nto. Apalagi &lt;a href="http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/04/memahami-genre-buku-cerita-anak-1_06.html"&gt;genre buku&lt;/a&gt; yang lain?" desak Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabar, dong. Minum juga belum? Keselek nih!" protes Anto yang segera minum kopi dari teko di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bruaaaahhh!" sembur Anto ke wajah Andi yang langsung loncat-loncat karena wajahnya kena sembur kopi panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Woi!  Gimana seh, masa wajah sahabat sendiri disembur pakai kopi panas!" protes Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sori dori mori ketabrak lori di pagi hari, Ndi. Baru terasa panas banget setelah kopinya masuk mulut," jawab Anto dengan penuh penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sori dori nggak tahu diri!" Balas Andi. "Makan singkong rebus panas, mulut kamu kuat, kenapa minum kopi panas jadi nggak kuat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, makan dan minum kan dua hal yang berbeda. Sudahlah, kita lanjutkan penjelasannya," kata Anto sambil membersihkan semburan kopi panasnya yang tumpah di sekitar meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh ya, yang kedua yang masuk dalam genre buku cerita anak adalah Picture Books. Pada umumnya, picture books berbentuk buku setebal  32 halaman untuk anak usia 4-8 tahun. Naskahnya bisa mencapai 1.500 kata, namun rata-rata 1000 kata saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plotnya masih sederhana, dengan satu karakter utama yang seutuhnya menjadi pusat perhatian dan menjadi alat penyentuh emosi dan pola pikir anak. Ilustrasi memainkan peran yang sama besar dengan teks dalam penyampaian cerita. Buku anak pada genre ini bisa menggunakan lebih dari 1.500 kata, biasanya sebagai persiapan bagi pembaca yang memasuki masa-masa puncak di spektrum usianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku genre ini sudah membicarakan topik serta menggunakan gaya penulisan yang luas dan beragam. Cerita Nonfiksi dalam format ini dapat menjangkau sampai usia 10 tahun, dengan tebal sampai 48 halaman, dan berisi hingga 2.000 kata dalam teksnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hem...aku mulai banyak tahu nih. Masih ada lagi?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih dong! Cuman ntar dulu ya. Aku bersihin meja ini dulu biar enak kita ngobrolnya," jawab Anto sambil mengelap meja yang kotor kena tumpahan kopi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-5384553315775953544?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/5384553315775953544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=5384553315775953544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/5384553315775953544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/5384553315775953544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/04/memahami-genre-buku-cerita-anak-2.html' title='Memahami Genre Buku Cerita Anak #2'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-7306838466714654808</id><published>2008-04-06T18:56:00.001-07:00</published><updated>2008-04-06T19:28:11.970-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='genre cerita anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='baby books'/><title type='text'>Memahami Genre Buku Cerita Anak #1</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memahami Genre Buku Cerita Anak #1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baby Books&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertemu secara tidak sengaja dengan &lt;a href="http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/03/kesederhanaan-dalam-cerita-anak.html"&gt;Boim Lebon&lt;/a&gt;, Andi sekarang kembali mau mendengar kritik dan saran dari orang lain, terlebih dari Anto, sahabatnya yang sedari awal membantu dan mendampingi Andi dalam meniti cita-citanya sebagai seorang penulis cerita anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nto, aku minta maaf, ya. Sekarang aku mau mendengar lagi saran dan kritikmu," kata Andi setelah masuk ke rumah Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto hanya tersenyum mendengar kata-kata sahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, aku sudah maafin kamu sebelum kamu minta maaf. Lagian, nggak ada yang perlu dimaafkan. Perasaan kamu bahwa tidak perlu meminta saran orang lain lagi terkadang memang diperlukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri kita," kata Anto panjang lebar sambil menambahkan, "Aku sendiri terkadang juga langsung mengirim naskah tanpa bertanya pada siapapun. Kuanggap semua proses dari pembuatan sampai editing yang kulakukan telah maksimal. Dan hasilnya, ada yang langsung dimuat dan ada pula yang dikembalikan tentunya dengan catatan-catatan tambahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya juga sih. Aku merasa bahwa selama ini aku sudah banyak tahu tentang buku cerita anak, ternyata masih banyak yang aku belum ketahui," keluh Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku merasa sudah mengetahui perbedaan dan genre yang ada dalam buku cerita anak, tapi sebenarnya, aku juga masih bingung, masuk ke kategori apakah cerita yang sedang aku kerjakan itu," makin panjang keluhan Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, Anto hanya tersenyum dan sembari meletakkan singkong rebus dan kopi panas, Anto berkata, "Kalau kamu masih mau mendengar penjelasanku, aku ada beberapa informasi yang ingin kubagi denganmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak perlu menyindirku begitu, Nto. Kalau ada informasi, langsung saja kasih tahu aku. Aku sudah malu untuk bertanya," kata Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke. Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk memasukkan ke dalam kategori atau ke dalam genre apa cerita yang kau buat. Yang aku tahu, genre dalam buku cerita anak itu terbagi beberapa genre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Genre Baby Books&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genre ini diperuntukkan bagi bayi dan batita atau bawah tiga tahun. Kebanyakan materinya berupa pantun dan nyanyian sederhana atau bahasa inggrisnya lullabies and nirsey rhymes, bisa juga permainan dengan jari, atau sekedar ilustrasi cerita tanpa kata-kata sama sekali. Kalau yang model cerita tanpa kata-kata berarti sepenuhnya mengandalkan ilustrasi serta kreativitas orang tua dan anak untuk berimajinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang cerita dan formatnya beragam, disesuaikan dengan isi materi. Buku-buku untuk batita biasanya berupa cerita sederhana berisi kurang dari 300 kata. Ceritanya terkait erat dengan keseharian anak, atau bermuatan edukatif tentang pengenalan warna, angka, bentuk, dan lain-lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto menghentikan penjelasannya dulu untuk menyeruput kopi panasnya dan mengambil sepotong singkong rebus sembari tak lupa mempersilahkan Andi untuk mengambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih," kata Andi sambil melanjutkan, "Berapa jumlah halaman yang diperlukan bagi buku bergenre Baby Books? Apakah sama dengan novel cerita anak yang kubuat kemarin?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja tidak," jawab Anto. "Jumlah halaman bagi Baby Books sekitar 12 dan banyak yang berbentuk board books, maksudnya buku yang kertasnya sangat tebal, seperti karton itu, lho. Kemudian ada yang berbentuk pop-ups...," belum selesai Anto menjelaskan, Andi sudah menyela. "Pop Corn? Emang ada genre buku yang menghasilkan makanan Pop Corn, kayak mau nonton bioskop aja, dikasih Pop Corn?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan Pop Corn, tapi Pop-Ups. Makanya dengerin yang bener, jangan makan mulu. Kebanyakan makan, kupingmu jadi kesumpet tuh," semprot Anto yang kesal karena singkong rebusnya tinggal dua potong lagi. Padahal, Anto tadi menyiapkan sebanyak 12 potong, jadi, sudah 9 potong yang dimakan Andi dalam keadaan panas ngebul-bul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Andi minta maaf dan dua potong singkong rebus itu dipindah Anto ke sebelah tempat duduknya, Anto kembali melanjutkan penjelasannya. "Maksudnya Pop-Ups itu adalah buku yang halamannya berbentuk tiga dimensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada juga Lift-the Flaps atau buku-buku khusus seperti buku yang dapat bersuara, buku yang memiliki format unik atau dengan tekstur tertentu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus yang lainnya, apa?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ntar dulu deh. Aku makan sisa singkong rebus ini dulu. Ntar baru aku tambahin penjelasannya," Jawab Anto yang segera memasukkan kedua potong sisa singkong rebus yang masih panas itu ke dalam mulutnya. (Wah, ternyata Andi dan Anto sama-sama doyan singkong rebus yang masih panas ngebul-ngebul. Nggak mlonyot apa tuh bibir mereka, ya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersambung....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-7306838466714654808?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/7306838466714654808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=7306838466714654808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/7306838466714654808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/7306838466714654808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/04/memahami-genre-buku-cerita-anak-1_06.html' title='Memahami Genre Buku Cerita Anak #1'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-3502364102318724843</id><published>2008-03-24T04:32:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T04:35:50.362-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Kesederhanaan dalam Cerita Anak</title><content type='html'>Setelah setiap kali pertemuan antara Anto dan Andi dimulai dengan kata pembuka 'Pada suatu hari', kini kata pembuka bagi cerita Anto dan Andi dimulai dengan kata yang berbeda, yaitu 'Pada suatu ketika' (Hei! Emang ada bedanya apa? He.he.he. sori bos, becanda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, kata pembukanya adalah 'Dalam perjalanan'. Nah, silahkan disimak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke sebuah penerbit, Andi dan Anto terlibat dalam sebuah obrolan yang seru di dalam angkot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ndi, cerita yang mau kamu kirim tentang apaan, sih?" tanya Anto sambil mencomot kripik pisang dari tangan Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, cerita yang spektakuler pokoknya. Kalo nggak gitu, aku nggak pede buat ngirim cerita ini," jawab Andi dengan bangga sambil mengacungkan amplop berisi naskah ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, yakin nih, ceritanya heboh banget?" tanya Anto lagi, "Boleh aku lihat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh aja. Tapi sori dori mori, ya, aku nggak terima koreksi dan kritik saat ini," ucap Andi mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kenapa begitu?" Anto jadi heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Soalnya, klo terus ndengerin koreksi dan kritik kamu, aku nggak bakalan maju-maju. Sebab, setiap kali aku mau kirim naskah, kamu selalu bilang naskahku kurang inilah, kurang itulah dan ujung-ujungnya aku nggak jadi ngirim cerita anak ini ke penerbit," jelas Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto hanya tersenyum mendengar alasan Andi. "Ya, kalau kritiknya membangun dan membuat cerita anak itu menjadi lebih baik, nggak pa-pa toh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul itu, tapi aku juga ingin dengar alasan dari pihak lain. Semacam second opinion, lah," tegas Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'CIT!!!!' Angkot tiba-tiba berhenti dan amplop cerita anak itupun terlepas dari tangan Andi. Sebagian isinya berserakan keluar dari amplopnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Woi!! Gimana sih abang sopir ini. Ngerem kok mendadak gene," teriak Andi yang kesal karena naskah cerita anaknya jadi berhamburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, Oom," kata sopir angkot sambil cengar-cengir. (Dasar sopir angkot, bukannya nyesel malah cengar-cengir. Coba klo karena sikapnya ngerem mendadak itu kemudian ada kendaraan di belakangnya yang kaget dan celaka, kan jadi berabe urusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tangan turut membantu memunguti kertas yang berserakan itu. "Saya bantu ya, dik," kata pemilik tangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, Andi dan Anto memandang penumpang di depan mereka. Orang itu berperawakan pendek dengan kulit hitam dan rambut kribo, dari wajahnya aja bisa mengundang kita untuk tersenyum dan tertawa. Cerah banget! (Emang matahari, cerah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, terima kasih, ya, pak," kata Anto akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat, orang itu membolak-balik kertas cerita anak milik Andi, seperti orang yang membaca dengan cepat sambil menata dan mengurutkan sesuai nomor halamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini cerita anak, ya?" tanya orang itu sambil menyerahkan tumpukan kertas yang sudah disusunnya kepada Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul, pak. Naskah itu milik teman saya ini," jawab Anto. "Gimana, pak? Bagus ndak ceritanya?" todong Anto yang rupanya memergoki bahwa orang yang membantu mengumpulkan naskah itu sempat membaca beberapa halaman cerita anak milik Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, ketahuan, ya, klo saya membaca sekilas naskah milik temanmu. Jadi malu saya?" kata orang itu dengan mimik memelas meminta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak pa-pa, kok, pak. Semakin banyak pendapat, kan semakin baik," kata Anto sambil melirik Andi dengan pandangan yang seolah berkata 'Nih, dengerin pendapat orang lain selain aku'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut saya, naskah tadi sekilas cukup bagus. Cuman ceritanya masih kurang terbangun dengan baik," kata orang berambut kribo itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya, pak?" tanya Andi yang penasaran karena orang yang dianggapnya pendek dan dekil itu berani mengkritik cerita anak miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini, seperti fiksi secara umum, cerita untuk anak atau kita sebut saja fiksi anak juga dibangun oleh beberapa unsur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah Tema. Sebuah tema yang tepat untuk fiksi anak adalah yang menghibur, mendidik dan inspiratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, Penokohan. Dalam fiksi anak, jumlah tokoh jangan terlalu banyak. Kita bisa membatasi dengan 1-4 tokoh utama dan 5 pendukung. Kalo terlalu banyak akan membingungkan pembaca dalam menghapal dan memahami si tokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga, Alur. Menurut saya, bacaan yang mengasikkan adalah yang alur ceritanya mengalir. Untuk itu, seorang penulis biasanya membangun peristiwa ke peristiwa yang lain saling berkaitan hingga akhir cerita. Dalam alur, kita akan menemukan pembukaan, konflik, klimaks, dan anti klimaks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keempat, Setting. Latar atau setting fiksi anak barangkali hal yang paling luas di dunia fiksi. Dengan imajinasi yang luas, fiksi anak nyaris tak memberi batasan. Kita bisa membuat dongeng tentang kehidupan makhluk di bawah air terjun atau yang lainnya. Selain latar tempat, latar waktu juga bisa kita akali. Walau pada kenyataannya, fiksi anak Indonesia lebih banyak menggunakan setting modern dan sekolah yang mungkin disebabkan karena kedekatan geologis dan waktu terhadap pembacanya yang anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kelima, meski yang terakhir tapi juga sangat penting adalah Trik. Setiap penulis pada akhirnya harus memiliki style atau gaya dalam menulis. Hal ini berkaitan dengan citra penulis itu sendiri nantinya. Seorang penulis yang mempunyai gaya atau style bercerita yang lain dengan penulis kebanyakan biasanya akan selalu diingat dan lebih mendapat tempat di hati pembacanya. Penulis juga harus mampu memahami dan membuat trik dalam bercerita, sehingga cerita dengan tema sesederhana apa pun jadi menarik untuk dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan Anda mencermati beberapa karya penulis fiksi anak ternama, misalnya Enid Blyton, Wendo, Astrid, Benny Rhamdani, Ali Muakhir dan yang lainnya. Dari situ kita akan dengan mudah menemui trik mereka dalam bercerita hingga mampu memikat dan dengan banyak melatih menulis, trik bercerita akan makin terasah dan tertanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu saja yang bisa saya sharing saat membaca naskah cerita anak milik Anda tadi," dengan lancar, jelas dan gamblang orang berperawakan pendek, dekil dan berambut kribo itu berbicara, sampai-sampai Anto dan Andi melongo dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kiri, pak sopir," teriak orang itu sambil tersenyum kepada Andi dan Anto. "Saya turun disini dulu ya. Sampai ketemu di lain waktu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum orang itu turun Anto buru-buru bertanya, "Siapa nama Bapak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi orang itu hanya tersenyum dan terus turun dari angkot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah angkot berjalan kembali, Andi melihat sebuah kartu nama yang nampaknya terjatuh dari saku jaket orang tadi. Andi memungutnya dan membaca nama yang tertera di kartu nama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boim Lebon," ucap Andi dan Anto berbarengan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-3502364102318724843?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/3502364102318724843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=3502364102318724843' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/3502364102318724843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/3502364102318724843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/03/kesederhanaan-dalam-cerita-anak.html' title='Kesederhanaan dalam Cerita Anak'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-1707468304659582832</id><published>2008-03-17T21:47:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T21:52:17.543-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa untuk cerpen'/><title type='text'>Bahasa untuk Cerpen Anak</title><content type='html'>"Wadohhhhh!! Pusing gue. Gue pusing!" teriak Andi suatu pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto yang menemani disebelahnya tentu saja terkejut dan meloncat sejauh 10 meter ke samping (weleh, emang punya ilmu meringankan tubuh, hingga bisa loncat sejauh itu?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apaan sih, Ndi? Ngagetin orang aja," omel Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sori deh, gue lagi bingung nih, Nto," keluh Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bingung apa lagi, bilang dong ama gue," kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue malu kalo tanya melulu ama loe," kata Andi yang mukanya memerah karena malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Busyet dah! Ngomong malu aja sampai wajah loe memerah kayak gadis mau dikawinin aja," tawa Anto pun berderai. "Coba ngomong dulu apa masalahnya, ntar kita pecahin bersama biar loe nggak bingung lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita? Loe kali, gue kagak," sambar Andi yang menirukan gaya ruben di acara Mamamia setiap kali mendengar kata KITA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, terserah loe aja deh, yang penting ngomong dulu apa masalahnya," kata Anto kalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gini, Nto. Gue kan bikin cerita anak lagi dan udah gua kirim, tapi naskah itu dibalikin lagi dengan alasan bahasa gue nggak sesuai. Nah, gue kan bingung, emang bahasa yang benar itu kayak apa? Selama ini gue kirim naskah ke tempat lain selalu oke-oke aja," kata Andi akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini kamu kirim naskah, semuanya dimuat atau diterbitkan?" tanya Anto sebelum menjawab keluh kesah sahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, nggak lah. Kan, loe tahu sendiri baru sekali naskah gue dimuat," sembur Andi agak emosi karena mengira Anto mengejeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, itulah. Mental kamu itu bisa kubilang mental yang lembek. Kena rintangan sesekali aja udah ngeluh, udah nyerah. Tetap berjuang, dong! Semangat!" kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loe yang tinggal ngomong, enak! Nah gue yang harus ngejalaninnya ini yang bingung, ujung-ujungnya pusing deh. Klo loe bisa ngomong kayak gitu, emang loe tahu bahasa yang seperti apa yang mereka mau?" tanya Andi dengan gaya menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto yang udah hapal lagak dan lagu sahabatnya itu senyam-senyum aja sambil mengatakan, "Gue sih bukannya paranormal yang bisa tahu keinginan seseorang dari jarak jauh. Gue juga bukan peramal yang bisa mengatakan ini begini, ini begitu. Tapi gue, sekali lagi gue adalah orang yang suka membaca dan hal ini sudah seringkali gue sarankan sama loe. Sering-seringlah membaca untuk menambah wawasan dan kemampuanmu dalam menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan puas dan berhenti belajar hanya karena satu naskah kamu sudah dimuat oleh media cetak. Hidup ini adalah pembelajaran, mulai kecil sampai kita mati nanti kita harus tetap belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, seperti yang pernah aku baca, di &lt;a href="http://nulisceritaanak.blogspot.com/"&gt;blog Penulis Cerita Anak&lt;/a&gt;, bahasa untuk cerita anak adalah bahasa yang mudah dicerna oleh anak-anak. Sederhananya pergunakan bahasa yang biasa digunakan oleh anak-anak agar mereka mengerti dan mudah mencerna cerita kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dari millis Penulis Bacaan Anak, dibilang bahwa bahasa adalah kaca pada jendela. Ide dan cerita adalah pemandangan di luar sana. Jadi, kita harus terus berlatih menulis untuk mencapai tingkat yang baik dalam berbahasa, khususnya bahasa tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lainnya agar kemampuan bahasa tulis kita meningkat adalah memperbanyak kuantitas bacaan kita. Semakin banyak kita membaca, akan kian banyak pula kosakata yang kita serap. Dengan melatihnya dalam penulisan, akan semakin meningkat pula kemampuan kita dalam menata diksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diksi bukan hanya sekedar untuk memilih kata yang tepat. Diksi juga bisa memperjelas ide. Bahkan, diksi juga bisa kita pakai untuk memperindah cerita. Jadi, perkata terus perbendaharaan kata yang loe miliki dan praktikkan dalam menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo maish mau belajar lagi coba &lt;a href="http://bagaskara-writer.blogspot.com/"&gt;ke blog Writer&lt;/a&gt;. Disitu juga banyak pembelajarannya, kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana, paham nggak?" tanya Anto menutup penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lagi-lagi seperti biasa, Andi hanya manggut-manggut kayak ayam matuk.&lt;br /&gt;"Asyik! Gue sekarang dah ada ide untuk nulis cerita yang baru!" teriak Andi tiba-tiba yang kembali membuat Anto harus meloncat tinggi sejauh 10 meter lagi ke depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-1707468304659582832?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/1707468304659582832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=1707468304659582832' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/1707468304659582832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/1707468304659582832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/03/bahasa-untuk-cerpen-anak.html' title='Bahasa untuk Cerpen Anak'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-6816156426349232842</id><published>2008-03-11T05:38:00.000-07:00</published><updated>2008-03-11T05:50:36.030-07:00</updated><title type='text'>Pundi Uang Tambahan Bagi Penulis dari Blogguebo.com</title><content type='html'>Setelah pertemuan terakhirnya dengan Anto membuat cita-cita Andi untuk menjadi seorang penulis anak profesional kandas, kini dalam pertemuan terkini mereka (ceile kayak re-match tinju profesional aja), Andi telah menyiapkan bahan untuk membalas argumen Anto.&lt;br /&gt;Sengaja, Andi yang kali ini mendatangi rumah Anto. "Nto, Anto. Assalamualaikum!!" teriak Andi dari luar pagar rumah Anto.&lt;br /&gt;"Waalaikumsalam warahmatullahiwabarakatuh!" Jawab Anto sambil membuka pagar dan mempersilahkan sahabatnya itu untuk masuk ke dalam rumah.&lt;br /&gt;"Wah, lagi bikin naskah baru lagi, ya?" tanya Andi ketika melihat layar komputer Anto menyala.&lt;br /&gt;"Nggak. Cuman mau melebarkan sayap saja, supaya pundi-pundi uangku makin banyak," jawab Anto singkat. Namun, jawaban singkat itu telah menggelitik saraf penasaran dalam diri Andi yang selalu menganggap Anto adalah orang yang mempunyai banyak keahlian, informasi, inisiatif dan kreatifitas.&lt;br /&gt;Dengan melotot, Andi mendekati layar komputer Anto dan membaca tulisan yang sedang diketik oleh Anto.&lt;br /&gt;"Blogguebo Review Kontes," gumam Andi di depan layar komputer.&lt;br /&gt;Anto yang pandangannya ke komputer terhalang oleh kepala Andi kontan saja ngoceh-ngoceh, "Hoi! Apa-apan sih loe?! Nggak tahu orang lagi kerja, apa, ya?!"&lt;br /&gt;"Sorry. Tapi gue penasaran banget ama tulisan ini. Maksudnya apaan sih?" tanya Andi.&lt;br /&gt;"Ini yang gue bilang melebarkan sayap penghasilan gue. Selain menulis untuk majalah, koran atau tabloid, sekarang gue mulai mencoba lahan baru yaitu menulis di internet," jawab Anto.&lt;br /&gt;"Emang ada yang mau bayar tulisan kita di internet?" seperti biasa Andi mengejar dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;"Ya iyalah. Namanya Paid Review," jawab Anto.&lt;br /&gt;"Terus, ini apaan?" tanya Andi lagi sambil menunjuk tulisan 'Bloggue Review Kontes'.&lt;br /&gt;"Oh, ini adalah &lt;a href="http://www.blogguebo.com/2008/03/blogguebo-review-contest.html"&gt;Kontes Review Berhadiah&lt;/a&gt; yang diadakan oleh &lt;a href="http://www.blogguebo.com/"&gt;Blogguebo&lt;/a&gt;. Sebuah situs tempat gue belajar mengenai program Paid Review," jawab Anto.&lt;br /&gt;"Situs itu berisi panduan-panduan, tips dan trik dalam mengikuti program-program yang bisa menghasilkan duit bagi kita atau sering juga disebut &lt;a href="http://www.blogguebo.com/"&gt;bisnis online&lt;/a&gt;," tambah Anto sambil membuka situs Blogguebo.com.&lt;br /&gt;"Ini toh situsnya," kata Andi. "Kok sederhana banget tampilannya," celetuk Andi meremehkan.&lt;br /&gt;"Yeee...Dont judge the book by cover," kata Anto sambil menambahkan, "Artinya, jangan menilai sesuatu hanya dari tampilan luarnya saja. Biar kelihatan sederhana, tapi dari blog ini sangat berbobot. Ibarat desain rumah yang saat ini lagi digembar-gemborkan para delevoper, blog ini termasuk blog yang minimalis tapi elegant. Sederhana dalam bentuk, tapi berbobot dalam isi. Seandainya gue nggak nemuin blog ini, mungkin gue nggak tahu apa itu Paid review, Paid to Click atau Paid to Read."&lt;br /&gt;"Kalau loe dah baca artikel-artikel dalam blog ini, loe bakalan tahu apa yang gue maksud. Gue sih merasa enjoy banget dengan isi blog ini. Bahasanya santai, sederhana tapi tetap fokus pada topik dan mengena. Step by stepnya juga runut dan gampang diikuti, pokoknya TOP GBT deh!"&lt;br /&gt;"Ya, sorry deh," kata Andi meminta maaf. "Eh, emang bisnis online itu cuman nulis-nulis begituan terus dibayar, gitu, ya?" tambah Andi.&lt;br /&gt;"Bisnis online nggak cuman itu doang. Selain beberapa program yang gue sebutin barusan, ada juga program lain yang akan membayar kita apabila orang mengklik iklan yang ditayangkan di blog kita, namanya Google Adsense," jelas Anto.&lt;br /&gt;"Wah apalagi tuh. Gimana cara ikutannya?" kejar Andi yang makin penasaran dan tertarik dengan bisnis online yang dijelaskan Anto.&lt;br /&gt;"Kalau mau ikutan, loe mesti &lt;a href="http://www.blogguebo.com/2008/02/cara-mendaftar-google-adsense.html"&gt;mendaftar Google Adsense&lt;/a&gt; terlebih dahulu. Kalau dah diterima, loe bisa pasang iklan Google di setiap website yang loe punya, gampang, kan?!" jawab Anto.&lt;br /&gt;"Wah, gampang banget. Gue mau daftar dulu ah!" kata Andi antusias.&lt;br /&gt;"Terus loe mau pasang di mana ntar kalau dah ketrima?" tanya Anto yang bingung karena tahu selama ini Andi termasuk orang yang gagap internet.&lt;br /&gt;'Ya... daftar aja. Ntar pasang iklannya numpang di punya kamu," jawab Andi enteng.&lt;br /&gt;Anto yang mendengar jawaban itu reflek melempar sebuah buku yang ada disampingnya tepat mengarah ke lutut Andi (Emang, otak Andi ada di mana, sih?)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-6816156426349232842?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/6816156426349232842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=6816156426349232842' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/6816156426349232842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/6816156426349232842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/03/pundi-uang-tambahan-bagi-penulis-dari.html' title='Pundi Uang Tambahan Bagi Penulis dari Blogguebo.com'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-5523380250890307601</id><published>2008-02-28T04:34:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T04:38:03.545-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Penulis Fiksi Anak Profesional</title><content type='html'>Sudah agak lama Anto dan Andi tidak bertemu. Sebenarnya, tidak ada masalah di antara mereka. Hanya saja, setiap kali Anto berkunjung, Andi selalu tidak ada di rumah.&lt;br /&gt;Nah, kebetulan saat Anto sedang menikmati Bakso langganannya, Andi juga berada di sana.&lt;br /&gt;"Wah, sudah jadi orang terkenal nih. Susah banget buat ketemu," sindir Anto yang langsung duduk di sebelah sahabatnya itu.&lt;br /&gt;"Sorry..dorry...morry, Nto. Gua lagi punya planning untuk menjadi seorang penulis fiksi anak profesional. Jadi gua harus bergaya seperti selebritis lain, dong. Diantaranya adalah menjadi susah untuk ditemui," jawab Andi enteng.&lt;br /&gt;Anto yang mendengar jawaban sekenanya itu langsung tertawa ngakak. Untung Anto belum makan bakso, kalau sudah makan, bisa nyembur semua tuh bakso ke muka Andi.&lt;br /&gt;"Lho, kenapa kamu ketawa ngakak kayak gitu? Kamu ngeremehin aku, ya?" Andi tersinggung melihat Anto yang ngakaknya nggak berhenti-henti.&lt;br /&gt;Sambil memegang perutnya yang kram karena kelamaan ketawa, Anto meminta maaf pada Andi. "Aduh...sorry...dorry...morry...ketabrak lori di pagi hari ketika lari di rel kereta api," kata Anto membalas gaya bicara Andi yang sok gaul (tentunya plus diskon "ketabrak lori di pagi hari ketika lari di rel kereta api").&lt;br /&gt;"Bukannya meremehkan kamu, Ndi. Cuman, jadi penulis profesional itu bukannya harus ngumpet sepanjang hari biar sulit ditemui. Justru, sebagai penulis profesional, kamu harus sering-sering ketemu penggemar agar kamu makin dikenal oleh pembaca dan bukumu bisa laris di pasaran. Kalau kamu ngumpet terus mana bisa dikenal pembaca," tambah Anto.&lt;br /&gt;Andi terdiam sesaat (bukan terdiam mikir, tapi lagi ngunyah bakso urat segede bola tenis) mendengar kata-kata Anto.&lt;br /&gt;"Kalau aku nggak ngumpet, terus gimana sikap penulis profesional yang sebenarnya?" tanya Andi.&lt;br /&gt;"Soal menjadi penulis fiksi anak profesional yang pernah aku baca di sebuah millis  itu ternyata mempunyai beberapa syarat.&lt;br /&gt;Yang pertama dan paling utama adalah &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;mengandalkan dunia menulis fiksi anak sebagai mata pencaharian pokok&lt;/span&gt; (sampingannya sebagai seleb, guru, atau mungkin direktur).&lt;br /&gt;Yang kedua, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;produktif menghasilkan karya fiksi anak&lt;/span&gt; (tapi bukan untuk disimpan di harddisk doang).&lt;br /&gt;Yang ketiga, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;mampu membuat karya yang bermutu tinggi&lt;/span&gt; (minimal tembus media, tingkatan lebih tinggi... bisa dapat penghargaan IKAPI atau Nobel).&lt;br /&gt;Yang keempat, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;terampil&lt;/span&gt; (memahami sampai ha-hal yang kecil. Kasarannya nggak salah dalam penempatan tanda baca titik dan koma).&lt;br /&gt;Yang kelima, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;mampu memilih tema dan bentuk fiksi anak yang menarik di pasar&lt;/span&gt; (Ya... cobalah jadi pioneer dalam sebuah tema cerita. Jangan selalu jadi pengekor)&lt;br /&gt;Yang keenam, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;memiliki sarana yang lengkap&lt;/span&gt; (nggak nebeng di teman atau ke rental setiap hari).&lt;br /&gt;Yang ketujuh, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;keterampilan bernegosiasi&lt;/span&gt; (dengan media cetak atau penerbit. Dan dalam hal ini, juga harus mampu membina hubungan)," panjang lebar Anto menjelaskan pada sahabatnya.&lt;br /&gt;"Untuk menjadi seperti itu, aku harus bagaimana?" Andi makin bingung.&lt;br /&gt;"Lha, tadi mengaku sudah menjadi penulis terkenal. Kok masih tanya caranya, sih?" goda Anto.&lt;br /&gt;"Ya, bergaya doang boleh dong. Kan, biar nggak kaget klo nanti sudah jadi penulis profesional beneran," kelit Andi.&lt;br /&gt;"Untuk bisa sampai ke sana, yang pertama kamu &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;jangan pernah mengirimkan naskah yang tidak memiliki nilai jual&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Kenapa? Karena image penulis profesional kita mesti dibangun sejak awal.&lt;br /&gt;Kemudian, kita harus &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;aktif mengelola diri&lt;/span&gt;. Artinya, jangan cuma mengirim naskah lalu menunggu sampai lumutan. Tapi, cobalah untuk aktif berdiskusi dengan beberapa penulis fiksi anak, dan terus mencari celah diskusi dengan para editor media cetak atau penerbitan.&lt;br /&gt;Hal ini bertujuan untuk membangun hubungan baik sekaligus mencari kelemahan diri dan menambah skill menulis kita dari masukan, saran dan kritik mereka," Anto kembali menambahkan penjelasannya tentang penulis profesional.&lt;br /&gt;"Kalau sudah mengikuti semua yang kamu katakan, berarti aku sudah bisa menjadi penulis profesional, gitu?" kejar Andi dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;"Kalau kamu istiqomah, rajin dan pantang menyerah, InsyaAllah gelar penulis profesional akan berada di tanganmu," jawab Anto singkat.&lt;br /&gt;"Dan, gua bisa jadi orang kaya, dong?" balas Andi dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;"Ya...kalau mau kaya sih tergantung pada banyak hal," Anto masih menjawab seadannya.&lt;br /&gt;"Maksudnya?" lagi-lagi Andi bertanya.&lt;br /&gt;"Ya...bagaimana gaya hidup kamu," jawab Anto yang langsung disambung, "STOP!! No more question!"&lt;br /&gt;"Seberapa banyak penghasilanmu kalau gaya hidup dan pengeluaranmu lebih besar dari pendapatan, sampai kapanpun kamu tidak akan bisa kaya," Jawab Anto sambil meninggalkan sahabatnya (tentunya setelah membayar bakso yang dibungkus karena tidak jadi dimakan di tempat).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-5523380250890307601?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/5523380250890307601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=5523380250890307601' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/5523380250890307601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/5523380250890307601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/02/penulis-fiksi-anak-profesional.html' title='Penulis Fiksi Anak Profesional'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-7847331427253155536</id><published>2008-02-01T06:07:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T06:14:55.391-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Merajut Cerita dalam Novel</title><content type='html'>&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- google_ad_client = "pub-2739010628174353"; google_ad_width = 110; google_ad_height = 32; google_ad_format = "110x32_as_rimg"; google_cpa_choice = "CAAQ0ZGazgEaCNfGe9Y_ARDqKPmNxXQ"; //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Kulit di kening Anto langsung berkerut lipat sembilan saat bertamu ke rumah Andi. Kenapa? Karena Anto melihat robekan-robekan kertas dan berbagai macam kertas yang telah diremas-remas oleh seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sementara itu, Andi terkapar di kursi panjangnya linangan air liur hampir menutupi wajahnya (wuih..hiperbola banget neh bahasa. Masa' iler aja sampai hampir menutupi wajah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Anto yang tak mau terkontaminasi iler sahabatnya itu membangunkan Andi dengan melemparkan kertas yang telah diremas-remas ke wajah Andi.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lemparan pertama .... gagal. Lemparan kedua ... hanya menyerempet ujung rambut Andi. Dan kini, lemparan ketiga............... wiuh! Gagal lagi! Berkali-kali melempar tapi tetap gagal, Anto jadi frustasi juga. Akhirnya dia meraup semua kertas yang telah diremas-remas, mengumpulkannya di dalam keranjang dan melemparkan semuanya ke arah Andi. Bukan hanya kertasnya, tapi juga keranjangnya sekalian (waduh!).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Andi yang kelelahan dan tampaknya sedang bermimpi indah itu langsung melompat bangun dan memasang kuda-kuda seperti orang berkelahi. "Aits...Aits..siapa itu? Siapa berani mengganggu Andi, jagoan dari Betawi, keturunan langsung Si Pitung?" teriak Andi sambil memamerkan jurus-jurus silatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Tiba-tiba, "Tuk" sebuah kertas menyambar kepala Andi dari belakang. "Aits!" Andi langsung berbalik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Apa, Lo?" tanya Anto dengan lagak menantang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Eh, ternyata kamu, Nto," kata Andi sambil mengelus-elus dadanya dan kembali duduk di kursi panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Eh, emangnya hujan barusan turun, ya? Kok, rumahku bocor?" Andi kebingungan ketika dia merasakan kursi panjangnya basah kuyup. Padahal, Andi yakin rumah kontrakannya itu tidak bocor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Itu bukan karena rumah kamu bocor, tapi mulut kamu tuh yang bocor. Liat aja, iler sampai berleleran di wajah kamu gitu. Jorok banget sih!" tukas Anto sambil cengar-cengir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Setelah membereskan iler-iler yang menggenang di beberapa tempat (soalnya Andi kalau tidur suka pindah kemana-mana tanpa disadarinya), dan membersihkan kertas-kertas yang berserakan, Andi mempersilakan Anto untuk duduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Kamu lagi bikin apaan, Ndi. Kok rumah kamu jadi kayak kapal pecah begini?" tanya Anto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Dari semalam aku lagi pengin bikin novel anak. Cuman, kok sulit banget, ya. Untuk membuat cerpen sekarang aku sudah agak lancar, tetapi saat mencoba membuat novel anak, entah kenapa otak ini jadi buntu dan rasanya terlalu berat untuk membuat novel anak yang harus sekian puluh, bahkan sekian ratus halaman," keluh Andi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Dengan tersenyum, Anto mendengarkan keluh kesah sahabatnya itu. Setelah Andi selesai berbicara, Anto pun bertanya, "Bagian mana yang menurut kamu sulit?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Bagian memperpanjang cerita yang menurutku paling sulit. Aku merasa bahwa konflik yang aku bangun hanya cocok untuk sebuah cerpen. Kalau untuk novel, otakku nggak nyampe," jawab Andi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Anto masih saja tersenyum melihat kegelisahan sahabatnya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Sebenarnya, membuat novel itu sama saja dengan membuat cerpen. Dalam masalah yang kamu hadapi, yaitu kebuntuan mengembangkan cerita, banyak sekali dialami oleh hampir semua penulis novel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Aku pun juga pernah mengalami kebuntuan untuk mengembangkan cerita dalam novelku".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Lalu apa yang kamu lakukan?" tanya Andi memotong penjelasan Anto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Meski dipotong, namun Anto tidak merasa tersinggung. Anto memang sangat memahami betapa frustasinya saat seorang penulis mengalami kebuntuan dalam membuat cerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Apa yang kulakukan? Aku kemudian berpikir tentang selimut," jawab Anto sambil mengangkat telunjuknya sebagai isyarat agar Andi yang saat itu hendak bicara untuk diam dan tidak memotong penjelasannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Kamu tahu selimut, kan? Kebanyakan selimut dibuat dari satu kain, hanya motifnya yang kemudian diramaikan. Tapi, ada juga selimut yang dibuat dari kain perca. Bentuknya tak kalah indah, dan menurutku cenderung lebih menarik. Begitu pun dengan menulis novel, kita bisa membuat selimut novel dengan berbagai perca cerita pendek. Semua tergantung dari kejelian kita dalam menjalin perca cerita itu hingga menjadi selimut novel yang menarik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Trik seperti itu bisa dikatakan sebagai patchwork. Nah, apa keunggulan novel dengan gaya penulisan ala patchwork ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Keunggulannya banyak, yaitu novel kita akan lebih bervariasi isinya, karena cerita yang kita buat mempunyai multi konflik dan multi ending. Kemudian, karakter tokoh lebih banyak tergali dan tidak hanya sekedar tempelan dan tentu saja kita akan lebih mudah menggarapnya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Hmm...menarik juga untuk dicoba. Cuman aku masih meraba-raba untuk membuat cerita dengan gaya seperti itu," kata Andi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Oke. Kamu bisa menerapkan gaya &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;patchwork &lt;/span&gt;ini dengan tahapan-tahapan. Yang pertama, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;buat kerangka&lt;/span&gt; dulu cerita yang akan dibuat untuk novel. Kedua, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;kumpulkan perca konflik&lt;/span&gt;, cerpen yang pernah kita buat bisa kita manfaatkan. Ketiga, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;pilih satu konflik yang paling menarik dan kuat, jadikan konflik ini sebagai benang merah&lt;/span&gt;. Keempat, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;buat pem-bab-an dengan baik&lt;/span&gt;. Misal 3-1. Dalam bab kita masukkan, satu 3 konflik. Satu konflik kita akhiri, satu konflik untuk bab berikutnya, satu lagi merupakan benang merah. Seterusnya perbab, hingga bab terakhir hanya satu bab yang kita tutup konfliknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Yang kelima, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;buat penokohan dengan sistem grup&lt;/span&gt;. Misalnya 5 sahabatnya di kantor, 4 sekawan kost, 4 sahabat sekelas, trio anggota band, dan lain-lain. Yang terakhir, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;langsung buka awal tulisan dengan konflik kecil&lt;/span&gt;," jelas Anto panjang lebar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Manggut-manggut Andi mendengar penjelasan sahabatnya itu. Perlahan namun pasti, Andi mulai membenahi kembali lembar-lembar kertas diatas mejanya dan duduk diam menatap lurus ke arah kertas itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Anto yang melihat tingkah Andi jadi bengong. "Lho, kamu ngapain, Ndi, bukannya ngomong kok malah bengong. Kesambet baru tahu, lo."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Andi tidak menjawab dan tetap menatap kertas yang ada di depannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;"Ndi, ngomong, dong. Ye... capek-capek njelasin malah dicuekin," Anto makin keras berteriak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Akhirnya Andi menoleh ke arah Anto, itupun dilakukan dengan perlahan seperti gerakan lambat dalam sebuah film. Perlahan pula telunjuknya ditempelkan di bibirnya. "Sssst! Tolong jangan berisik. Aku sedang memikirkan konflik-konflik kecil yang akan aku rangkai menjadi konflik besar dalam novelku ini," kata Andi dengan mimik sok serius.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Helvetica;"&gt;Sedikit kesal tapi juga ingin tertawa Anto melempar apa aja yang ada di dekatnya ke wajah Andi yang saat ini tampak mengesalkan baginya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-7847331427253155536?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/7847331427253155536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=7847331427253155536' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/7847331427253155536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/7847331427253155536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/02/merajut-cerita-dalam-novel_01.html' title='Merajut Cerita dalam Novel'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-8110177443158829673</id><published>2008-01-17T18:42:00.001-08:00</published><updated>2008-01-17T18:42:35.699-08:00</updated><title type='text'>31 Hak Anak</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;31 Hak Anak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi sekarang sudah mulai lumayan dalam membuat cerita anak. Namun, yang namanya manusia, terkadang bisa juga kehabisan ide atau tema cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, tempat Andi curhat dan diskusi adalah Anto, sahabat sekaligus guru dalam bidang kepenulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nto, aku lagi bingung, neh," kata Andi saat bertemu sahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bingung apaan? Klo bingung pegangan pagar tuh, biar mantep," canda Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, kamu ini, bercanda melulu. Aku serius nih," kata Andi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke-oke, maaf, deh. Kamu lagi bingung apa Andi sayang," Anto masih terus bercanda, namun Andi sepertinya benar-benar serius sehingga tidak menganggap perkataan Anto sebagai canda. Andi terus melanjutkan keluh kesahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku lagi bingung. Aku sudah banyak menulis cerita pendek untuk anak. Tapi, kini aku kehabisan ide. Aku merasa bahwa semua ide atau tema sudah kutulis semua. Nah, kalau sudah begini, apa yang harus kutulis lagi?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ehm....sebenarnya, sebagai penulis kita tidak akan pernah kehabisan bahan untuk cerita. Banyak kejadian disekitar kita yang bisa kita jadikan bahan. Seperti yang pernah kukatakan, tidak harus cerita yang wah dan muluk-muluk, tapi bisa juga hanya dari peristiwa kehilangan sandal jepit, kita bisa membuatnya menjadi sebuah cerita yang menarik dan mempunyai pesan moral yang tinggi. Itu kalau kita mau. Tapi, sepertinya cara ini agak sulit bagi kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kamu mungkin bisa menulis berpatokan pada beberapa hak anak yang ada dalam Konvensi Hak Anak," jelas Anto  yang jadi ketularan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang ada gitu, Konvensi Hak Anak?" Andi heran karena baru kali ini dia mendengar tentang konvensi hak anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya ada lah, secara anak-anak yang harus kita lindungi gitu loh," jawab Anto sambil melanjutkan, "Makanya, kalau mau total dalam dunia kepenulisan anak-anak, kamu harus juga mau bekerja keras dan cerdas untuk memahami dunia mereka serta mempelajari apa saja yang berkaitan dengan dunia anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color='#33FFFF'&gt;Dalam Konvensi Hak Anak disebutkan sekitar 31 hak bagi anak, yaitu:&lt;br /&gt;1.	Hak untuk kelangsungan hidup dan berkembang.&lt;br /&gt;2.	Hak untuk mendapatkan nama.&lt;br /&gt;3.	Hak untuk mendapatkan kewarganegaraan.&lt;br /&gt;4.	Hak untuk mendapatkan identitas.&lt;br /&gt;5.	Hak untuk mendapatkan standar hidup yang layak.&lt;br /&gt;6.	Hak untuk mendapatkan standar kesehatan yang paling tinggi.&lt;br /&gt;7.	Hak untuk mendapatkan perlindungan khusus dalam konflik bersenjata.&lt;br /&gt;8.	Hak untuk mendapatkan perlindungan khusus jika mengalami konflik hukum.&lt;br /&gt;9.	Hak untuk mendapatkan perlindungan khusus jika mengalami eksploitasi sebagai pekerja anak.&lt;br /&gt;10.	Hak untuk mendapatkan perlindungan khusus jika mengalami eksploitasi dalam penyalahgunaan obat-obatan.&lt;br /&gt;11.	Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum jika mengalami eksploitasi seksual dan penyalahgunaan seksual.&lt;br /&gt;12.	Hak untuk mendapatkan perlindungan khusus dari penculikan, penjualan dan perdagangan anak-anak.&lt;br /&gt;13.	Hak untuk mendapatkan perlindungan khusus jika mengalami eksploitasi sebagai anggota kelompok minoritas atau masyarakat adat.&lt;br /&gt;14.	Hak untuk hidup dengan orang tua.&lt;br /&gt;15.	Hak untuk tetap berhubungan dengan orang tua bila dipisahkan dengan salah satu orang tua.&lt;br /&gt;16.	Hak untuk mendapatkan pelatihan ketrampilan.&lt;br /&gt;17.	Hak untuk berekreasi.&lt;br /&gt;18.	Hak untuk bermain.&lt;br /&gt;19.	Hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan seni dan budaya.&lt;br /&gt;20.	Hak untuk mendapatkan perlindungan khusus dalam situasi yang genting.&lt;br /&gt;21.	Hak untuk mendapatkan perlindungan khusus sebagai pengungsi.&lt;br /&gt;	   Hak untuk bebas beragama.&lt;br /&gt;22.	Hak untuk bebas berserikat.&lt;br /&gt;23.	Hak untuk bebas berkumpul secara damai.&lt;br /&gt;24.	Hak untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;25.	Hak untuk mendapatkan perlindungan pribadi.&lt;br /&gt;26.	Hak untuk mendapatkan perlindungan dari siksaan.&lt;br /&gt;27.	Hak untuk mendapatkan perlindungan dari perlakuan kejam, hukuman dan perlakuan tidak manusiawi.&lt;br /&gt;28.	Hak untuk mendapatkan perlindungan dari penangkapan yang sewenang-wenang.&lt;br /&gt;29.	Hak untuk mendapatkan perlindungan dari perampasan kebebasan.&lt;br /&gt;30.	Hak untuk mendapatkan pendidikan dasar secara cuma-cuma.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dari 31 Hak Anak tadi, kamu bisa mulai lagi membuat cerita anak yang lebih bagus, fokus dan sarat pesan moral. Ok?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi manggut-manggut kayak ayam matukin beras dan dalam hati berjanji akan membuat cerita bagi anak yang lebih bagus dan bermakna.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-8110177443158829673?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/8110177443158829673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=8110177443158829673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/8110177443158829673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/8110177443158829673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/01/31-hak-anak.html' title='31 Hak Anak'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-7836524117145514407</id><published>2008-01-02T08:14:00.001-08:00</published><updated>2008-01-02T08:14:00.158-08:00</updated><title type='text'>Donasi untuk Blog ini Melalui Paypal</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;&lt;object height='250' width='250'&gt;&lt;param value='http://widget.chipin.com/widget/id/c4fa6476d802ab0e' name='movie'/&gt;&lt;param value='transparent' name='wmode'/&gt;&lt;param value='Tips%20Menulis%20Cerita%20Anak' name='event_title'/&gt;&lt;embed height='250' width='250' wmode='transparent' type='application/x-shockwave-flash' flashVars='event_title=Tips%20Menulis%20Cerita%20Anak' src='http://widget.chipin.com/widget/id/c4fa6476d802ab0e' allowScriptAccess='never'/&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-7836524117145514407?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/7836524117145514407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=7836524117145514407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/7836524117145514407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/7836524117145514407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/01/donasi-untuk-blog-ini-melalui-paypal.html' title='Donasi untuk Blog ini Melalui Paypal'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-8362000318422990783</id><published>2008-01-02T07:20:00.001-08:00</published><updated>2008-01-02T07:22:40.755-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Judul Mbejundul</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;Anto datang berkunjung ke rumah Andi pada suatu sore. Saat masuk ke pekarangan rumah Andi, Anto melihat sahabatnya itu tengah membaca sambil mengerutkan dahi seperti orang yang sedang berpikir keras.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Andi, ngapain dahi kamu berkerut begitu, ntar cepet tua lho!" canda Anto.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Eh, kamu To. Kebetulan kamu datang. Aku lagi kebingungan nih, lagi cari judul yang pas untuk cerita yang baru saja kuselesaikan," kata Andi yang jelas sekali terlihat lega saat melihat kedatangan Anto, yang dikenalnya sebagai seorang penulis.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Emang, kamu bingung dimananya? Judul itukan tinggal disesuaikan dengan ceritanya," Anto memberi sedikit penjelasan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Awalnya aku memang sudah menentukan judulnya, tapi setelah kubaca-baca, kok sepertinya judul itu kurang bombastis, jadinya berkali-kali aku menggantinya, tapi tetap saja belum sreg di hati," keluh Andi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Sebenarnya, memberi judul pada sebuah cerita itu gampang-gampang susah. Tidak semua judul harus bombastis dan berlebih-lebihan yang penting judul itu telah mewakili keseluruhan cerita yang ada, itu saja sudah cukup," Anto menerangkan mengenai pemberian judul pada Andi dan melanjutkan dengan penjelasan yang lain.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Menurutku, kamu nggak perlu bingung atau sampai pusing dengan judul. Kalau kamu sudah punya ide, tulis aja dulu menjadi cerita. Adakalanya judul itu akan diganti oleh redaktur di sebuah penerbitan. Jadi, sah-sah aja kita beri judul apapun, karena nanti redaktur akan melihat kembali dan bila perlu dia akan mengganti judul yang kita berikan dengan judul yang menurutnya lebih pas. Memang kadang terasa menyakitkan, karena apa yang sudah kita kerjakan dengan baik lantas diganti oleh redaktur, tapi...ya, begitulah adanya. Redaktur mempunyai wewenang penuh akan hal itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tapi, jika kamu memang ngotot untuk mempertahankan judul yang kamu beri, ada beberapa trik yang mudah diikuti. Contohnya; Judul yang didasarkan atas nama tokoh cerita, seperti Harry Potter and the Chamber of Stone, Wiro Sableng, Si Buta dari Gua Hantu, Abunawas dan sebagainya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bisa juga dengan berdasarkan pada benda yang menjadi obyek cerita, seperti Kaus Kaki Ajaib, Pensil Ajaib, Bendi Keramat, Misteri Wayang Titi dan lain sebagainya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Selain itu, bisa juga judul kita ambil dari percakapan di dalam cerita, seperti Maafkan Nino, Ma...!, Ada Hantu, Awas, Ini Rahasia! dan lain sebagainya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Juga bisa judul diambil dari pesan cerita yang kita berikan. Hal ini dapat kita lakukan apabila kita ingin membantu pembaca mengambil pesan dari cerita yang kita buat. Beberapa contoh judul dalam kategori ini adalah Menunda Itu Masalah, Jera Membolos, Kalau Saja Terus Terang, Pamrih dan lain sebagainya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Itu tadi contoh-contoh judul yang pernah aku temui dan aku baca," kata Anto.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Aku sudah bisa menangkap apa yang kamu jelaskan barusan. Tapi, kalau aku tetap ingin menggunakan judul yang aku pilih sendiri apakah itu salah?" tanya Andi kembali.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Bukannya salah apabila kamu tetap ingin menggunakan judul yang kamu pilih. Tapi, ingat juga bahwa kita ini hidup bersosialisasi. Naskah kamu nanti akan kamu kirim ke penerbit dan di sana ada redaktur yang menyaring dan berhak menentukan perubahan apapun pada naskah kamu termasuk judul. Meski perubahan itu masih bisa dikompromikan tapi itulah wewenang redaktur, jadi apa yang menurut kita bagus belum tentu bagus menurut orang lain.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kita harus berani menerima kritik dan saran dari orang lain untuk lebih meningkatkan kualitas karya kita. Jangan antipati dan menjadi marah apabila ada orang yang mengkritik karya kita," kata Anto panjang lebar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Sebagai penulis kita pun bisa berkreasi apa saja untuk menentukan judul. Jangan ragu untuk memodifikasi suatu judul yang populer, misalnya, Si Doel Anak Betawi, lalu kita ingin membuat cerita dengan judul modifikasi, Si Doel Bukan Anak Betawi, itu boleh-boleh saja, asal isi ceritanya bukan memodifikasi yang sudah ada.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Cara yang lain untuk menarik pembaca adalah dengan menggunakan judul yang berirama," kata Anto yang langsung dipotong oleh Andi. "Emang judulnya harus dilagukan, ya?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Bukan dilagukan tapi berirama, makanya kalau ada orang ngomong itu jangan dipotong, tapi dengerin dulu biar orang selesai ngomong kamu bisa ngerti," Anto jadi sewot melihat sahabatnya yang rada-rada gimana, gitu. Akhirnya, Anto melanjutkan, "Judul yang berirama itu misalnya, Gara-Gara Agar-Agar, Cimut si Semut, Galang sang Elang dan lain sebagainya."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Oke-oke, panjang lebar kamu jelaskan aku juga dah ngerti kok, tapi aku kan penulisnya, jadi aku tetap ingin judulku yang dipakai, toh aku yang bikin cerita," Andi tetap ngotot dengan pendiriannya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Ya, sudah terserah kamu. Tapi kamu juga harus sadar siapa sih kamu? Apa karyamu sudah banyak bertebaran di media cetak? Kita boleh aja ngotot dan mempertahankan pendapat kita, tapi jangan sampai berani babi, apapun diterobos walau kepala sendiri jadi hancur. Kita harus bisa fleksibel dan tidak kaku dalam menyikapi segala sesuatu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kalau misalnya kamu sudah menjadi penulis terkenal, judul apapun yang kamu pasang, orang juga tetap akan membaca cerita kamu, karena kualitasnya sudah diakui, gitu lo. Jadi, JANGAN GILA DONG!," kata Anto menirukan gaya Ivan Gunawan di acara MamaSelebShow di Indosiar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p class='poweredbyperformancing'&gt;Powered by &lt;a href='http://scribefire.com/'&gt;ScribeFire&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-8362000318422990783?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/8362000318422990783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=8362000318422990783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/8362000318422990783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/8362000318422990783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/01/judul-mbejundul.html' title='Judul Mbejundul'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-3003877437651309713</id><published>2008-01-02T07:19:00.001-08:00</published><updated>2008-01-02T07:25:24.690-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Pesan Moral dalam Cerpen Anak-Anak</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;"Anto, aku baru saja selesai menulis cerpen nih," ujar Andi sambil menyodorkan tiga lembar kertas ukuran kuarto pada Anto.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anto mengambil kertas itu dan terdiam sejenak membaca deretan-deretan tulisan yang dihasilkan Andi. Beberapa saat kemudian, Anto mengembalikan kertas itu sambil manggut-manggut. Andi yang melihat tingkah laku Anto akhirnya bertanya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Kenapa kamu manggut-manggut, begitu?"&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Loh, emang nggak boleh aku manggut-manggut," Anto balik bertanya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Ya, nggak pa-pa. Cuman kesannya kamu seperti melecehkan hasil karyaku," kata Andi agak ketus karena tersinggung.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Oh, maaf deh. Bukannya melecehkan, aku hanya merasa bahwa cerpen yang kamu buat itu terkesan menggurui banget," jelas Anto.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Maksudnya?" Andi terus mengejar dengan pertanyaan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Iya, aku baca disitu kamu menceritakan seorang anak sekolah dasar yang berceramah mengenai narkoba kepada teman-temannya. Padahal anak itu baru kelas dua SD," jawab Anto.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Apa salahnya kalo anak kelas 2 SD ceramah soal narkoba? Toh itu sah-sah aja, kan?" Andi menjawab tak mau kalah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Justru disitu salahnya. Kamu mesti hati-hati menempatkan seorang anak yang tiba-tiba menjadi "pintar" dan sok tahu. Seorang anak mestinya tidak bertindak seperti tokoh dalam cerpenmu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Menurutku, alangkah lebih baik apabila jalan ceritanya diubah menjadi sebuah kejadian yang membuat sadar para pengguna narkoba itu tanpa harus ada kalimat-kalimat menggurui dan menceramahi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saat ini, anak-anak sudah tidak bisa lagi diberi pola ceramah. Akan lebih mengena apabila mereka membaca sebuah cerita yang mendidik dan mempunyai hikmah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tak perlu kata-kata, cukup berikan sebuah akibat akan kesalahan tindakan mereka, kurasa itu lebih mengena," jelas Anto panjang lebar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Aku masih belum mengerti," kata Andi terus terang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Begini. Aku pernah membaca tulisan Benny Rhamdani, seorang penulis cerita anak-anak. Dalam tulisannya mengenai pesan moral dalam cerita anak disebutkan bahwa pesan moral dalam sebuah cerita sebaiknya tidak berupa dialog nasehat dari tokoh keseharian yang memang sudah sering menasehati. Cerita model "kena batunya", akan lebih mengena untuk menyisipkan pesan moral, ketimbang nasehat panjang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kemudian, pesan moral yang diberikan sebaiknya jangan mengulang yang sudah sering disampaikan. Seperti jangan membolos, jangan mencuri dan sebagainya. Anak-anak yang membaca cerita ini tidak akan tertarik membacanya. Mencari pesan moral berdasarkan penggalian terhadap pengalaman pribadi. Coba ingat-ingat, pasti banyak yang bisa dipakai sebagai bahan cerita. Contohnya, doa buruk terhadap guru agar sakit sehingga lepas dari rencana ulangan besok.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Selain itu, kita juga harus berhati-hati dengan tokoh anak-anak yang tiba-tib jadi serba tahu dan 'sok tua'. Kecuali kalau memang itu sudah jadi karakter yang membangun cerita.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dan yang terakhir, dalam memberi nasehat, efek ganjaran seperti menakut-nakuti memang sering mengena. Namun sebaiknya juga jangan terlalu berlebihan. Misalnya, karena sekali mencuri, seorang tokoh kemudian tangannya buntung. Hal itu, kan, sadis banget dan menimbulkan efek negatif pada anak-anak.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Gimana, jelas, kan?" tanya Anto mengakhiri penjelasannya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Sepertinya aku bisa memahami apa yang kamu jelasin barusan. Jadi, selama ini apa yang kamu lakukan dan kamu jelaskan padaku bersumber pada tulisan-tulisan Benny Rhamdani ini?" tanya Andi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Ya, iya lah. Selain dari dia, ada juga dari referensi lain. Makanya, sering baca dan ikutan milis dong biar berkembang pengetahuanmu," kata Anto.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p class='poweredbyperformancing'&gt;Powered by &lt;a href='http://scribefire.com/'&gt;ScribeFire&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-3003877437651309713?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/3003877437651309713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=3003877437651309713' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/3003877437651309713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/3003877437651309713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/01/pesan-moral-dalam-cerpen-anak-anak.html' title='Pesan Moral dalam Cerpen Anak-Anak'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-5943861233323136162</id><published>2008-01-02T07:09:00.001-08:00</published><updated>2008-01-02T07:13:43.811-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Deskripsi dalam Cerpen</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;Melihat cerpen anak-anak yang dikirimnya dimuat, Andi segera berlari ke rumah Anto untuk memamerkannya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Anto....Anto.....!! Teriak Andi mulai dari rumahnya hingga ke rumah Anto (Bayangin aja, jarak rumah Andi ke rumah Anto sekitar 450 meter dan sepanjang perjalanan, Andi terus menerus meneriakkan nama Anto, Gokil kali ya si  Andi ini).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Ada apaan sih, teriak-teriak kayak tentara mau lapor perang aja," kata Anto yang malu karena hampir semua tetangganya keluar untuk melihat kehebohan yang dilakukan Andi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Ah, peduli amat, yang penting sekarang aku lagi bahagia. Nih lihat!" kata Andi sambil menyodorkan sebuah majalah ternama yang memuat cerpen anak-anaknya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setelah membaca beberapa saat, Anto mengembalikan kembali majalah ituu kepada Andi. "Wah selamat, ya. Cerpen mu akhirnya dimuat. Traktir aku dong," kata Anto sambil menyalami sahabatnya itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Heeh, ntar kutraktir deh kalau duitnya dah cair. Tapi sekalian aku mau tanya deh. Aku kan membuat cerita dengan deskripsi yang kurasa sudah sangat jelas, tapi kenapa ilustrasi cerpenku berbeda dengan yang kubayangkan, ya?" tanya Andi pada Anto.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebelum menjawab, Anto kembali meminjam majalah yang tadi dibawa Andi. "Kejadian seperti ini memang sering terjadi. Akupun juga pernah mengalami beberapa kali ilustrasi cerpenku tidak sesuai dengan yang kudeskripsikan dalam cerita."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Oh..kamu juga pernah mengalaminya to. Apakah kamu merasa kecewa?" tanya Andi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Kecewa? Tentu saja aku kecewa. Dalam cerita itu aku juga mendeskripsikan dengan sangat jelas, namun tetap saja ilustrasi yang dibuat tidak sesuai dengan deskripsi yang kuberikan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Oleh karena itu, sekarang aku berusaha menghindari penulisan deskripsi yang berlebihan. Biasanya saya tulis yang universal. Dalam cerita pendek, hal ini dapat dengan mudah kita akali. Tapi, kalau menulis novel/novelet, mungkin untuk lebih membuat padat tulisan, kita akan lebih sering bermain dalam deskripsi ini.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Coba deh tanya pada anak-anak, apakah mereka menyukai penulisan deskripsi yang terlalu panjang dan jelas pada cerita kita? Hal ini bisa membantu kita dalam menulis sebuah cerita yang akan lebih diminati oleh anak-anak. Biasanya, anak-anak kurang menyukai penulisan deskripsi yang terlalu panjang, kecuali kita bisa memilih kata-kata yang mengundang minat untuk membacanya, itu lain soal.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Terus, kalau mau mendeskripsikan sesuatu, pikirkan bahwa deskripsi itu memang sesuatu hal yang penting. Misalnya, pasar, mall, toko atau jalan raya, kurasa tak perlu dideskripsikan, karena semua orang pasti sudah tahu bagaimana keadaan dan kondisi tempat-tempat yang kusebutkan tadi. Lain halnya, apabila kita ingin menjelaskan bentuk rumah di planet Pluto atau binatang-binatang yang ada di planet Mars," jelas Anto pada Andi panjang lebar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Oke deh. Aku makin paham sekarang. Gimana kalau kita makan bakso sembari kamu berbagi ilmu kepadaku mengenai tips dan trik menulis yang lain?" ajak Andi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Kalau untuk berbagai ilmu, aku nggak pernah minta bayaran. Tapi kalau ditawarin bakso aku juga nggak pernah menolak. Ente Jual Ane Beli deh pokoknya," jawab Anto sambil tertawa-tawa.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Akhirnya kedua sahabat itu berjalan menuju warung Bakso langganan mereka.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p class='poweredbyperformancing'&gt;Powered by &lt;a href='http://scribefire.com/'&gt;ScribeFire&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-5943861233323136162?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/5943861233323136162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=5943861233323136162' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/5943861233323136162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/5943861233323136162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2008/01/deskripsi-dalam-cerpen.html' title='Deskripsi dalam Cerpen'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-1589480867499183911</id><published>2007-12-06T04:02:00.000-08:00</published><updated>2007-12-06T04:06:07.806-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Bermain dengan Setting (Lokasi)</title><content type='html'>Sudah satu minggu lebih Anto menghilang dari peredaran. Tak seorang pun tetangganya yang mengetahui kemana Anto pergi. Bahkan, Andi, sahabatnya pun hanya bisa mengangkat kedua bahunya bila ada orang yang menanyakan keberadaan Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kemudian secara mendadak...mak..mbendukduk (klo kata orang Jawa), Anto nongol begitu saja dan berjalan dengan langkah ringan menuju rumah kontrakan Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi yang sengaja ingin ke rumah Ano langsung lari menyambut sahabatnya itu. "Alhamdulillah, Anto kamu selamat!" teriak Andi sambil merangkul Anto dengan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto yang terkejut mendapat serangan mendadak seperti gelagapan mencari udara bantuan, maklum aja dekapan Andi pas banget membuat hidung Anto beradu dengan ketek Andi yang...ehm....silahkan bayangin sendiri deh gimana baunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh. Aduh... Ampun deh! Emang aku kenapa sih, pakai di-Alhamdulillah-i segala?" protes Anto yang terus meronta melepaskan diri dari dekapan Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, aku kira kamu menghilang seminggu ini karena digondol wewe gombel," kata Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asal aja kamu ngomongnya. Aku kan lagi jalan-jalan untuk cari ide dan referensi," jelas Anto akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, emang mau ngapain lagi?" tanya Andi sambil mempersilahkan sahabatnya itu untuk masuk ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seminggu kemaren aku jalan-jalan ke beberapa daerah dalam rangka mencari ide dan referensi mengenai setting (tempat) untuk cerita baru saya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini saya selalu menulis cerita dengan setting yang itu-itu saja. Dan kali ini saya ingin setting yang berbeda," tutur Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emang harus jalan-jalan untuk menemukan setting cerita?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak harus sih. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;Setting bisa kita temukan dengan banyak membaca misalnya&lt;/span&gt;. Jadi meski tak pernah ke Amerika, kita bisa tahu dan membayangkan bagaimana bentuk trem di negeri Paman Sam itu atau bagaimana kondisi air terjun Niagara. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;Terus dari film-film yang kita tonton&lt;/span&gt;, kita juga bisa tahu, bagaimana pakaian kerajaan pada masa Raja Richard atau King Arthur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga bisa tahu senjata apa misalnya yang digunakan pada zaman Salahuddin Al-Ayyubi dan segala pernak-perniknya tanpa harus kesana dan menjalani kehidupan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, khusus aku. Kemaren aku jalan-jalan ke Borobudur. Selain untuk refreshing, aku juga lagi pengin bikin cerita petualangan yang settingnya nanti mengambil lokasi di Candi Borobudur," jelas Anto panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh... gitu, to. Emang sebegitu pentingnya setting dalam sebuah cerita, sehingga kamu harus datang sendiri ke Borobudur sana?" tanya Andi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagiku, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;semua elemen cerita itu sama pentingnya&lt;/span&gt;. Hanya saja aku ingin lebih mendalami setting lokasi yang akan aku ceritakan. Dalam berbagai buku aku memang bisa mengetahui bagaimana sejarah Candi Borobudur, dimana letaknya dan seberapa banyak pengunjungnya. Tapi, bila aku berada di sana sendiri, aku merasa ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feel&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mood&lt;/span&gt; yang berbeda yang akan menambah "hidup" ceritaku nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah membaca di sebuah milis tentang penulis bacaan anak, bahwa ada beberapa trik yang biasa digunakan salah seorang penulis saat dirinya bermain dengan setting lokasi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;Yang pertama, Menentukan setting lokasi kemudian mencari cerita yang sesuai&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Misalnya sang penulis ingin menulis tentang air terjun. Maka sang penulis akan merunut pada hal yang terkait dengan lokasi tersebut. Ambil contoh, anak-anak asongan di lokasi air terjun, lalu sang penulis mencari konflik untuk ceritanya. Bisa dengan membuat cerita si anak asongan menemukan barang berharga milik pengunjung, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;Yang kedua, Mencari cerita kemudian menempelkan pada setting&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Misalnya saja sang penulis ingin menulis cerita tentang kebiasaan buruk anak, seperti mencela orang lain. Karena yang seperti ini bisa terjadi di mana saja, maka sang penulis bisa menempelkannya pada lokasi yang jarang penulis garap. Ambil contoh, di lokasi studio iklan karena si  tokoh kebetulan bintang iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;Yang ketiga, setting yang umum&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Sang penulis jarang mendeskripsikan secara detail setting lokasi yang umum, seperti sekolah, pasar, rumah sakit, dan sejenisnya. Ada beberapa masalah yang sering kita temui jika menulis dengan detail, yakni penulis ingin membebaskan fantasi anak, kemudian penulis sering mengalami ruang yang terbatas dalam menuliskan deskripsinya dan terkadang ilustrasi yang dibuat tidak sesuai dengan teks cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;Yang keempat, setting khusus&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Untuk lokasi tertentu seperti candi Borobudur, pesawat ruang angkasa, justru sang penulis selalu berusaha membuat deskripsi dengan rinci. Karena tidak semua anak tahu setting tersebut, sehingga kita bisa membantu menggiring fantasi mereka dengan kata-kata," jelas Anto panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa kamu juga mengekor apa yang penulis itu tuliskan di millis?" kembali Andi bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini bukan masalah ekor-ekoran atau jiplak-jiplakan. Tapi kita semua saling belajar dan berbagi. Mungkin bagi sebagian orang, teknik yang dipergunakan sang penulis dalam milis itu cukup membantu, mungkin juga bagi kamu apa yang dilakukan sang penulis biasa saja dan kamu lebih suka teknik yang lain. Hal itu sah-sah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, teknik adalah cara dalam berproses. Menggunakan teknik apapun asal baik dan benar kalo menghasilkan cerita yang baik, nggak ada salahnya, kan?!" Jawab Anto.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-1589480867499183911?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/1589480867499183911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=1589480867499183911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/1589480867499183911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/1589480867499183911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/12/bermain-dengan-setting-lokasi.html' title='Bermain dengan Setting (Lokasi)'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-1946875173762542822</id><published>2007-11-23T09:03:00.000-08:00</published><updated>2007-11-23T09:13:41.767-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Kategori Cerita Pendek Anak-Anak</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Jilid 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpakain rapi, Andi kembali keluar rumah untuk mengejar Anto yang sudah jalan lebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan, Anto menjelaskan bahwa cerpen buatannya berhasil dimuat di sebuah majalah anak-anak yang cukup terkenal, sehingga dia mendapatkan honor yang lumayan besarnya. "Kalau cuma ngabisin gerobak mie rebus Bang Maman, sih, cukup," kata Anto sesumbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya (dalam cerita ini tentunya), Andi dengan antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai keberhasilan Anto meloloskan ceritanya untuk dimuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu pakai koneksi ya, To?" tanya Andi penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Koneksi, mbah-mu. Kalau mau dimuat itu ya usaha keras dong! Jangan ngarepin koneksi kayak anak para pejabat," jawab Anto sewot karena merasa jerih payahnya dianggap nggak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Klo memang murni, kenapa punya kamu boleh dimuat, sedang punyaku kagak?" bantah Andi makin panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha, kamu kirim kemana? Emang kirimnya ke majalah yang aku kirimin naskah juga?" Anto balas bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku kemaren kirim naskah ke majalah "Dolanan Dewasa"," jawab Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu berarti naskah cerpen kamu, cerpen dewasa, dong," kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak, naskahku sih naskah cerpen untuk anak seperti yang kamu bilang beberapa hari lalu," jelas Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha, klo itu sih salah kaprah. Klo mau kirim naskah anak harus ke majalaj untuk anak-anak juga dong. Jangan asal tembak gitu. Pantas aja nggak dimuat," kata Anto sambil nyerocos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh ya, kemaren kamu udah jelasin masalah dongeng untuk anak-anak. Lantas klo untuk cerpen, ada pembagiannya juga nggak?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasti ada dong. Tapi lebih baik aku jelasin sambil makan mie rebus dulu, yuk. Bang, mie rebus dua, ya," teriak Anto pada Bang Maman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari menunggu mie rebus dihidangkan, Anto melanjutkan penjelasannya mengenai kategori cerpen pada Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena saking banyaknya ragam bentuk cerpen di majalah yang ada di Indonesia ini, bisa kita kelompok dalam beberapa jenis saja. Tapi mungkin juga bisa berkembang dan berbeda-beda dari yang akan aku omongin," kata Anto membuka penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Yang pertama adalah cerpen Realis&lt;/span&gt;. Cerpen ini yang paling banyak ditulis dan menjadi induk bagi genre jenis cerpen anak berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;yang kedua adalah cerpen Misteri atau Detektif-detektifan&lt;/span&gt;. Cerpen ini biasanya paling digemari karena mengundang rasa penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Yang ketiga adalah cerpen Misteri tapi bergenre Horor&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; Cerpen ini juga menarik minat dan punya tempat khusus di beberapa media anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Keempat, cerpen jenis Komedi&lt;/span&gt;. Cerpen ini tentu saja merupakan jenis cerpen yang dibumbui cerita-cerita komedi dan lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Kelima, cerpen Futuristik&lt;/span&gt;. Dari namanya pasti kamu sudah bisa menebak bahwa cerpen ini mengambil setting waktu masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Cerpen yang keenam&lt;/span&gt; atau yang terakhir adalah cerpen Momentum. Cerpen ini berhubungan dengan momen tertentu, misalnya cerpen tentang puasa, cerpen lebaran, cerpen agustusan, dan lain-lain," kata Anto mengakhiri penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, jadi selain dongeng, cerpen juga punya kategori, ya? Trus, apa klo kukirim ke media anak, bisa langsung dimuat juga?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya... soal dimuat atau enggak itu soal nanti. Yang penting kita sudah berusaha dan mencoba. &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Sebelum kamu kirim lebih baik kamu pelajari dulu cerpen-cerpen yang dimuat di majalah yang akan kamu kirimi karyamu nanti&lt;/span&gt;. Dengan demikian, kita bisa tahu selera pembacanya dan selera redaksinya. Termasuk jumlah halaman yang harus kamu buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;kirimkanlah beberapa cerpen sekaligus dalam satu amplop, dengan cerita yang bervariasi&lt;/span&gt;, baik seting maupun jenis ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, &lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;jangan pernah menunggu cerpen kamu dimuat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; baru mengirim lagi. Antrian di penerbit biasanya panjang karena bukan kamu seorang yang ngirim ke mereka dan banyak penulis yang lebih baik dari kita juga ikut mengirim naskah ke penerbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;misal kamu udah kirim, yakinkan bahwa kamu masih pegang copy cerpennya&lt;/span&gt;, karena beberapa kali aku pernah menemukan naskah yang hilang. Lebih baik lagi tuliskan dalam surat pengantar, bahwa bila dalam setahun cerpen kamu tidak ada kabar, maka kita akan mencabut cerpen tersebut. Selanjutnya kamu bisa mengirim naskah itu ke media cetak lain, mungkin saja di majalah "A" naskah kamu tidak dimuat, tapi di media "B" naskah kamu langsung dimuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengirim naskah, lebih baik juga klo kamu &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;mengikuti lomba-lomba yang diselenggarakan oleh majalah&lt;/span&gt; tersebut, karena membuka peluang nama kita dikenal oleh redaksi. Ya.. kan ada ungkapan, tak kenal maka tak sayang... gitu," jelas Anto panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih ada lagi nggak tips-nya?" Andi bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada satu lagi...." kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apaan tuh?" tanya Andi penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tips ini adalah tips yang paling ampuh," kembali Anto berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah.. boleh tuh, boleh banget," Andi makin antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tips terakhir ini adalah.... &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;SEMANGAT&lt;/span&gt;!" kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya....... ," Andi kecewa mendengar tips yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah nggak usah pakai "YA", capek ngomong ama kamu. Mending makan mie rebus. Nih, mie rebus kita dah siap untuk disantap," kata Anto sambil menerima semangkok mie rebus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-1946875173762542822?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/1946875173762542822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=1946875173762542822' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/1946875173762542822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/1946875173762542822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/11/kategori-cerita-pendek-anak-anak_23.html' title='Kategori Cerita Pendek Anak-Anak'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-565249374812477738</id><published>2007-11-20T07:51:00.000-08:00</published><updated>2007-11-24T07:45:44.203-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Resensi, Apakah itu?</title><content type='html'>Suatu sore, Andi bertandang ke rumah Anto, sahabat karibnya. Setelah mengucap salam dan mendapat balasan, Andi pun segera masuk ke rumah sahabatnya itu. Andi melihat Anto sedang membaca sebuah buku, sementara di depannya tergeletak beberapa buku yang masih disampul dengan plastik, tanda bahwa buku itu adalah buku baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, lagi banyak duit nih, pakai borong buku sebanyak ini," kata Andi sambil mengambil sebuah buku novel tentang cerita cinta khas anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, nggak juga. Ini semua buku kiriman dari sebuah penerbit," jawab Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, emangnya kamu menang lotere?" tanya Andi penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan. Ini buku kiriman mereka yang mesti aku &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;resensi&lt;/span&gt;," jawab Anto singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, capek banget harus baca buku sebanyak ini demi kepentingan orang lain," ledek Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho siapa bilang hanya demi kepentingan orang lain. Aku juga berkepentingan dan mendapat untung dari meresensi buku-buku ini," jelas Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, masa'?" Andi melongo. "Gimana caranya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagiku keuntungannya adalah aku bisa mendapat buku-buku gratis dan juga uang. Pertama, para penerbit memberiku buku -buku terbitan mereka yang terbaru untuk aku resensi. Yang kedua, bila aku mengirim resensi itu ke surat kabar, maka aku pun akan mendapat honor dari tulisanku itu. Enak, kan?" Jelas Anto sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, kalo gitu, ajari aku dong," rengek Andi seperti anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke. Tapi sebelum mengajarimu, aku akan memberi pengetahuan dasar tentang apa yang dimaksud dengan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;Resensi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Belanda, kata '&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;recensie&lt;/span&gt;'  itu sama artinya dengan kata 'review' dalam bahasa Inggris. Kedua kata itu bersumber dari bahasa Latin '&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;revidere&lt;/span&gt;'," Anto pun mulai menjelaskan pengetahuan dasar tentang resensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Andi mendengarkannya sambil manggut-manggut kayak ayam matok biji jagung di tanah.&lt;br /&gt;"Revidere itu berasal dari kata 're' yang berarti kembali dan kata '&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;videre&lt;/span&gt;' yang berarti melihat. Gimana, paham, kan?" tanya Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm..." jawab Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, dua arti kata tadi, bila digabungkan menjadi '&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melihat kembali&lt;/span&gt;'. Kata ini meluas menjadi '&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengatakan kembali secara tertulis atas sebuah karya/buku secara obyektif&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm... kok pakai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngobyek&lt;/span&gt; segala sih. Emang resensi itu makelar juga, ya," potong Andi dengan ekspresi bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngobyek....ngobyek Mbahmu!" jawab Anto sewot. "Kubilang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;obyektif&lt;/span&gt;, bukan ngobyek sih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, ya udah. Nggak usah sewot dong. Lanjut aja," kata Andi santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan wajah masih sewot, Anto melanjutkan penjelasannya. "Dalam prakteknya, resensi dibedakan antara rewiew atau tinjauan buku dan criticism atau timbangan. Dalam me-rivew buku, kita tidak boleh membawa opini pribadi, meski hal itu sangat sulit untuk dihindari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, sebab, mungkin saja kita bukanlah seorang ahli dalam bidang yang disajikan buku tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, kalau kita menganalisanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, kita tidak lagi membicarakan isi buku, tetapi konteks dan relevansi buku tersebut. Gimana, bisa paham, kan?" tanya Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sedikit banyak aku bisa memahami apa yang kamu sampaikan," jawab Andi. "Menurut aku, ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan dalam meresensi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, apa itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama, tujuan meresensi buku adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;menyajikan kepada pembaca apakah sebuah buku layak memperoleh sambutan atau tidak&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;pertimbangan yang kita sampaikan disesuaikan dengan selera pembaca&lt;/span&gt;. Oleh karena itu, pertimbangan yang disampaikan melalui media massa, berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;kita harus tahu betul tujuan pengarang buku&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;keempat, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;kita mencantumkan riwayat buku: pengarang, editor, penerbit,  tempat penerbit, jumlah halaman, harga buku, dan lain sebagainya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;kita mesti mampu meyakinkan atau menunjukkan pada pembaca tentang buku baru atau buku yang telah langka, termasuk golongan manakah buku itu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;kita harus pula menunjukkan keunggulan buku dari segi penulisan, organisasi buku, perwajahan, dan bahasanya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku yang tanya sama kamu, gimana kesimpulanku tadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh Andi, Anto hanya bisa melongo tak percaya. "Kok mendengar penjelasanku sebentar saja kamu sudah bisa menarik kesimpulan setepat itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, iyalah. Kan aku sendiri selama ini juga banyak dapat keuntungan dari meresensi buku," jawab Andi sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ha...!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-565249374812477738?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/565249374812477738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=565249374812477738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/565249374812477738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/565249374812477738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/11/resensi-apakah-itu.html' title='Resensi, Apakah itu?'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-4437331720182847747</id><published>2007-11-20T07:47:00.000-08:00</published><updated>2007-11-23T02:35:11.374-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Kategori Cerita Pendek Anak-Anak</title><content type='html'>Tak seperti biasanya, hari ini Anto tampak berjalan-jalan keliling kampung dengan wajah ceria dan bibir yang dimonyongkan (baca: bersiul). Beberapa kali tampak Anto menyapa dengan ramah para tetangga yang kebetulan berpapasan dengannya. Tidak cuma orang (baca: manusia), bahkan hewan pun (baca:...nggak perlu diterangin lagi dong?!) turut mendapat sapaan yang ramah darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kalau lagi dapat rezeki, Anto suka bertingkah sedikit norak dan merasa seperti orang kaya baru sehingga semua harus disapa dan ditegur supaya ditanya dan dia bisa menjawab "Ah, tidak ada apa-apa kok, cuman baru dapat rezeki aja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang sok merendah padahal niatnya pengen pamer (hayo...mirip siapa hayo?). Tapi, biar suka sedikit pamer gitu, Anto bukan orang yang pelit. Buktinya, langkah kakinya menuju rumah sahabatnya, Andi, dengan langkah ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamualaikum...!" teriak Anto dari luar pagar tetangga Andi (lho kok luar pagar tetangga sih? Maklum kontrakan Andi kan paviliun, jadi tiga rumah pakai satu pagar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waalaikumsalam....!" jawab Mak Lela yang tinggal di sebelah rumah Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah.. maaf Nak, kalau mau minta sumbangan mesti punya surat keterangan dari pak RT dan Pak RW dulu," jawab Mak Lela sekenanya karena melihat Anto membawa-bawa majalah yang dikiranya map berisi permintaan sumbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waduh saya bukan mau minta sumbangan Mak, saya Anto temennya Andi. Andi-nya ada Mak?" teriak Anto yang agak sewot karena disangka mau minta sumbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh... Anto, to, kirain orang mau minta sumbangan. Habis pakai bawa map ama pakai kopyah sih, Mak pikir tukang minta sumbangan," jawab Mak Lela sambil membukakan pintu pagar untuk Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanya Mak, kacamatanya dipakai biar nggak salah sangka," kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, iya. Mak sampai lupa naruh kacamata tadi dimana, ya?" kata Mak Lela sambil celingukan nggak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, Emak, pakai celingukan lagi. Kan, kacamatanya dah nangkring di jidat sedari tadi," jawab Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Astagfirullah Hal'adzim, pantas dari tadi Mak ngubek-ngubek lemari dan bufet kagak ketemu-temu, nggak tahunya nangkring di jidat. Dasar kacamata nggak sopan," gerutu Mak Lela sambil ngebenerin letak kacamata di hidungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto yang melihat tingkah Mak Lela hanya senyam-senyum sambil garuk-garuk kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Andi-nya ada, Mak?" tanya Anto lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak tahu, tuh. Sedari tadi nggak kelihatan keluar rumah, sakit kali," jawab Mak Lela sambil ngeloyor pergi masuk ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, Mak Lela mau kemana?" tanya Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau nerusin main PS, nanggung neh, main Pro Evolution lagi kalah dua satu lawan Perancis gara-gara nggak pakai kacamata," jawab Mak Lela sambil nutup pintu rumahnya.&lt;br /&gt;Gubrak!! hampir aja Anto jatuh terduduk mendengar jawaban Mak Lela. Nggak nyangka, dah umur 65 tahun masih doyan main PS juga, pikir Anto sambil ngelus dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamualaikum.....," teriak Anto lagi, tapi kini sudah di depan pintu kontrakan Andi. Tok, tok, tok. "Assalamualaikum....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waalaikumsalam," terdengar jawaban, tapi dari arah rumah Mak Lela. "Ampun deh, banyak banget tamu hari ini. Gangguin orang main PS aja, neh!" Mak Lela keluar rumah dan langsung menuju pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kok nggak ada orang, tapi ada suara. Hiiii... jangan-jangan ada hantu di siang bolong," jerit Mak Lela sambil lari masuk ke rumah kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto yang melihat kelakuan Mak Lela sampai ngakak guling-guling di depan pintu rumah Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kamu ngapain guling-guling di sini, To. Emang mau tayammum. Kalau mau mandi junub lebih baik mandi pakai air jangan pakai debu di depan rumahku dong. Ntar disangka orang gila, lho," kata Andi yang tiba-tiba nongol sambil buka pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Andi sudah keluar, Anto seketika menghentikan aksi guling-gulingnya. "Ah, kamu, Di, giliran dipanggil nggak keluar-keluar, gilirang orang nggak manggil, tiba-tiba nongol begitu aja. Ngapain aja sih di dalam rumah, kayak ayam bertelur aja," balas Anto nggak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi tuh aku lagi tidur, ngantuk banget nih. Emang ada apaan sih, tumben kamu mau mampir ke rumahku," tanya Andi penasaran. Sebab, nggak biasanya Anto mau main ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mau ngajak kamu makan mie rebus di warung Bang Maman, neh," kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, lagi dapat togel kamu, pakai ngajak makan-makan segala," goda Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah, nggak usah banyak cincong, mau nggak?" tanya Anto rada gedek liat gaya Andi yang banyak nanya. Mau dikasih enak, nanya mulu lagi, pikir Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau banget, dong. Cuman kalau mau nraktir orang jangan tanggung-tanggung dong," kata Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksud loe?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, jangan cuma mie rebus Bang Maman, sekali-sekail pizza, kek, hamburger, kek,...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tokek, kek. Mau makan tokek?" potong Anto yang makin sewot lihat kelakuan Andi. "Mau nggak, kalau nggak aku jalan sendiri nih," kata Anto sambil langsung ngeloyor pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, mau, dong, mau!" teriak Andi sambil berlari menyusul Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Woi, apa-apaan kamu, masak mau ikut ke Bang Maman kayak begitu?" ganti Anto yang teriak melihat Andi berlari menyusulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho emang kenapa?" tanya Andi kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Celana kamu mana? Emang kamu mau pergi pakai kolor doang?" jawab Anto cengingisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sadar melihat keadaannya, Andi langsung masuk ke dalam rumah secepat kilat (benar-benar secepat kilat, kayak The Flash).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;(bersambung dulu ya......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;sambil jangan lupa isi komentarnya dong! Biar bisa diperbaiki kekurangan blog ini.&lt;br /&gt;Terima kasih)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-4437331720182847747?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/4437331720182847747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=4437331720182847747' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/4437331720182847747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/4437331720182847747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/11/kategori-cerita-pendek-anak-anak.html' title='Kategori Cerita Pendek Anak-Anak'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-8442296688432071215</id><published>2007-11-20T07:38:00.000-08:00</published><updated>2007-11-22T01:35:41.539-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Menulis Ulang, Menerjemahkan, Mengadaptasi dan Karya Sendiri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Menulis Bacaan Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Seri 6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dongeng:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Menulis Ulang, Menerjemahkan, Mengadaptasi dan Karya Sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu malam minggu, Anto sedang asyik-asyiknya menikmati sebatang rokok yang mereknya bisa buat belajar berhitung. Hisapannya yang dalam menandakan bahwa dia sangat menikmati sekali rokok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hallo, Brur. Sendirian aje nih. Nggak malam mingguan?" tiba-tiba Andi datang dan langsung duduk di kursi sebelah Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alah, kayak kamu yang malam mingguan aja. Kamu sendiri nggapain ke sini?" Anto balas bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ke sini, ya.. untuk nemenin kamu biar nggak sendirian. He.he.he...," jawab Andi sambil nyengir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah, ah. Sesama jomblo dilarang meledek," kata Anto. "Eh, gimana dengan cerita dongeng kamu, apa udah jadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya...ada sih ide dan siap digarap. Tapi, ada ladi yang bikin aku bingung nih," jawab Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tuh bingung melulu. Kapan enggaknya sih. Bingung apa lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu, aku dah ada ide, tapi dongengnya kan sudah sering didengar orang. Jadi, apa boleh aku buat cerita dongeng itu dan aku kirimkan ke lomba menulis dongeng itu?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, kalau mau ikut lomba menulis dongeng sih, jangan pakai dongeng yang sudah pernah ada. Cari dong ide cerita lain. Klo kamu pakai dongeng yang sudah ada di masyarakat itu namanya bukan nemu ide. Tapi &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;kopas&lt;/span&gt; doang," sindir Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apaan lagi tuh kopas?" tanya Andi kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kopas&lt;/span&gt; itu Kopi-Paste alias &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjiplak mentah-mentah&lt;/span&gt;," jawab Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, ya enggak lah. Banyak kok cerita-cerita dongeng rakyat yang penulisnya berbeda-beda. Aku pernah lihat dongeng Sangkuriang diceritakan oleh si Anu, dongeng Malin Kundang diceritakan oleh si Anu dan banyak lagi," bantah Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau yang begituan, memang ada semacam "kode etik"-nya. Jadi, nggak sembarangan aja main bikin dongeng yang sama dan mencantumkan namamu sebagai penulisnya," jelas Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, harus gimana dong?" kini Andi semakin meminta penjelasan karena dia makin bingung mendengar jawaban dan penjelasan dari Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya.. nggak gimana-gimana," goda si Anto yang tertawa ngakak melihat mulut Andi yang memble jadi makin memble karena manyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke-oke," kata Anto akhirnya. "Aku jelasin deh. Dulu, waktu pertama kali mau menulis dongeng, aku pernah membaca di milis &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penulis Bacaan Anak&lt;/span&gt; mengenai masalah &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;title&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;pengarang&lt;/span&gt; ini. Yang aku ingat, pertama adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;menulis ulang&lt;/span&gt;. Artinya, dongeng yang kita buat bukanlah karya orisinil kita. Umumnya diambil dari cerita rakyat yang sudah sulit untuk dilacak pengarangnya. Contohnya, seperti yang sudah kamu sebutkan tadi, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sangkuriang&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Malin Kundang&lt;/span&gt; dan yang lainnya. Untuk dongeng-dongeng seperti ini kita boleh menulis ulang dongeng tersebut dengan versi yang mungkin lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang kedua adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;menerjemahkan&lt;/span&gt;. Menerjemahkan berarti dongeng yang kita buat merupakan hasil terjemahan dari karya-karya asing. Bagi penulis pemula, menerjemahkan merupakan titik awal yang baik. Dari sini mereka bisa mempelahari berbagai hal, termasuk penggalian ide. Selama dongeng itu baik dan belum banyak beredar, biasanya majalah atau tabloid anak-anak mau menampung karya-karya terjemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;mengadaptasi&lt;/span&gt;. Bagi sebagian penulis dongeng, sekedar menerjemahkan begitu saja mungkin kurang puas. Maka sebuah dongeng dari negeri China, bisa saja berubah di tangan penulis ini. Dengan memindahkan setting ke tanah Jawa, mengganti nama dan tokoh yang berbau Jawa... maka lahirlah sebuah dongeng adaptasi. Tentu saja si penulis tetap dituntut kejujurannya menulis sumber aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang keempat atau terakhir adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;karya sendiri&lt;/span&gt;. Jika dongeng itu benar-benar orisinil muncul dari kepala kita, maka menjadi hak kita untuk mencantumkan nama kita begitu saja. Tanpa embel-embel; dikisahkan kembali oleh, diterjemahkan oleh, diadaptasi dari.... Memang kadang redaksi agak ragu. Apalagi, kalau dongeng yang kita buat mengambil setting di negara-negara nun jauh di sana. Untuk itu, di surat pengantar, kita boleh meyakinkan para dewan redaksi bahwa dongeng itu memang asli karya kita sendiri. Begono."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto yang sedari tadi menerangkan sambil merokok dan menatap ke depan, kaget setengah modar melihat Andi asyik molor di bangku sebelahnya. "Lho? Dasar semprul, orang berbusa-busa neranginnya, kamu malah molor".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-8442296688432071215?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/8442296688432071215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=8442296688432071215' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/8442296688432071215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/8442296688432071215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/11/menulis-ulang-menerjemahkan.html' title='Menulis Ulang, Menerjemahkan, Mengadaptasi dan Karya Sendiri'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-522349251151720871</id><published>2007-11-20T06:49:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T08:05:00.353-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Dongeng Kontemporer</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Menulis Bacaan Anak&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Seri 5)&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dongeng: Cerita Tanpa Batas&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kontemporer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu kembalian uang pembelian bakso, Anto memberikan tips-tips ringan dalam membuat sebuah dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Andi, nggak perlu pusing-pusing kalau mau membuat cerita atau dongeng itu. Untuk langkah awal, kamu bisa tentuin dulu jenis dongeng apa yang ingin kamu buat. Kemudian, pikirkan setting waktu dan tempatnya," kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh nggak settingnya di negeri Perancis ceritanya?" potong Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh-boleh aja. Tapi mending jangan terlalu jauh dulu. Karena kita hidup di Indonesia, akan lebih mengena apabila kita membuat dongeng yang mengambil setting di Indonesia. Setelah itu, baru buat jalan ceritanya. Tonjolkan keajaiban apa saja yang akan dimunculkan, tapi inipun nggak harus selalu. Dan jangan lupa, perhatikan ejaan yang kamu pergunakan. Kamu tuh biasanya asal sudah nulis, nuliiiiiiiis aja, tanpa perduli bener apa nggak ejaannya. Trus titik komanya udah tepat belum penempatannya. Klo sembarangan begitu biar bagus, orang lain juga jadi nggak seneng bacanya. Klo untuk lomba, bisa dipastikan nggak bakal memang naskah kamu," jelas Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata rasa kenyang makan bakso, tidak mempengaruhi kelaparan Andi akan informasi mengenai kategori dongeng. Setelah beristirahat sejenak dan menikmati segelas air es, Andi kembali membombardir Anto dengan berbagai pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata banyak juga, ya jenis dan macam cerita pendek. Trus, aku pernah lihat dan baca sebuah cerita untuk anak yang isinya itu ada kejadian yang ajaib tapi terjadi di dunia nyata, artinya ceritanya relistis tapi dicampur dengan peristiwa-peristiwa yang ajaib. Klo begitu masuk yang mana, ya?"&lt;br /&gt;Setelah menyeruput air minumnya, Anto pun menjawab. "Setahuku, cerita seperti yang kamu katakan itu masuk dalam kategori cerita atau dongeng kontemporer. Cerita atau dongeng kontemporer ini merupakan perpaduan cerpen (cerita realita) dengan keajaiban".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O... gitu. Jadi kalo sekarang nih, misalkan air es di dalam teko ini tadinya ada. Kemudian aku tuang ke gelasku dan glek-glek, habis tak bersisa. Itu juga termasuk cerpen kontemporer, ya?" tanya Andi sambil meletakkan kembali gelas yang isinya sudah diminum habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya..tidak sesederhana itu. Klo di alam realita dan kemudian dibumbui dengan keajaiban-keajaiban itu baru bisa dimasukkan ke dalam cerita kontemporer. Klo cuman begitu....," Anto menghentikan kata-katanya sesaat. Matanya melotot melihat air es di teko telah ludes dihabiskan oleh Andi. "Klo begitu, kamu yang nggak bener. Pura-pura nanya tapi sambil ngabisin air es sisa terakhir di teko. Dasar kamu, ya...Eh mau kemana kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sori, To, aku ada perlu mendadak," teriak Andi yang berlari menjauh sambil menutupi kepalanya yang jadi sasaran lempar tutup teko oleh Anto.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-522349251151720871?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/522349251151720871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=522349251151720871' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/522349251151720871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/522349251151720871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/11/dongeng-kontemporer.html' title='Dongeng Kontemporer'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-468433203783393164</id><published>2007-11-20T06:41:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T04:43:57.813-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Fabel</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Menulis Bacaan Anak&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Seri 4)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dongeng: Cerita Tanpa Batas&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Fabel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil makan bakso Malang yang rasanya mantaf benar, Andi mencoba menggiring pembicaraan ke arah semula, yaitu penjelasan mengenai kategori cerita dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nto, setelah fairy tale, adakah kategori dongeng yang lain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O..oada," jawab Anto dengan mulut yang penuh dengan bakso super isi telur puyuh. "Selain yang sudah kita bicarakan, ada dongeng yang dikategorikan ke dalam dongeng fabel."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fabel itu tentang apa?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dongeng fabel itu dongeng yang tokoh-tokohnya adalah binatang. Biasanya dongeng ini lebih bagus apabila dibuat dalam bentuk cerita bergambar. Sebab, biasanya anak-anak lebih suka melihat visualisasi dari sebuah cerita. Dan juga, biasanya ada misi tersembunyi dalam dongeng atau cerita fabel, yaitu mendekatkan anak-anak pada dunia satwa," jelas Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tahu nggak contohnya fabel seperti apa?" tanya Andi sambil menambahkan sambel ke mangkok baksonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Contoh cerita atau dongeng fabel kamu sendiri aku yakin sudah pernah membaca dan melihatnya. Kamu pernah baca cerita-cerita dari Disney, kan?" tanya Anto yang dijawab ehem oleh Andi karena mulutnya penuh siomay goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, untuk jenis dongeng fabel ini, Disney memang tiada lawan," lanjut Anto. "Lion King, misalnya, cerita ini sangat disukai oleh anak-anak hampir di seluruh belahan dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalo di Indonesia ada nggak cerita yang masuk kategori fabel, jangan hanya contoh dari luar negeri aja, dong," sergah Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ehmm, kalo di Indonesia, cerita si Kancil, kali ya. Banyak juga sih, cuman aku lagi lupa, maklum bakso Malang ini enak sekali, jadi otakku isinya cuman bakso-bakso dan bakso. He..he..he..he...," jawab Anto sambil terkekeh sampai muncrat kunyahan bakso dari mulutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-468433203783393164?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/468433203783393164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=468433203783393164' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/468433203783393164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/468433203783393164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/11/fabel.html' title='Fabel'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-6028366044540839322</id><published>2007-11-20T06:23:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T06:30:56.457-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Fairy Tale</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menulis Bacaan Anak&lt;br /&gt;(Seri 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dongeng: Cerita Tanpa Batas&lt;br /&gt;Fairy Tale&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto masuk lebih dulu ke dalam rumah diikuti Andi. Sejak dalam perjalanan pulang, Andi tak henti-hentinya bertanya tentang pembagian dongeng. Anto yang tetap bersikukuh tidak mau mengatakannya di perjalanan, kini menyuruh Andi untuk duduk dulu di teras depan sementara ia menyiapkan seteko es sirup rasa jeruk untuk membasahi tenggorokan yang terasa kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Minum dulu, Ndi," kata Anto sembari meletakkan teko di atas meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih, Nto," jawab Andi. "Jadi kelanjutan dongeng tadi gimana, Nto?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, menurutku sih, yang pertama adalah dongeng tentang asal-usul tadi. Kemudian, yang kedua adalah fairy tale yang mengisahkan tentang kehidupan peri atau setidaknya menghadirkan peri dan keajaiban didalamnya," jelas Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, jadi fairy tale ini bisa mengisahkan cerita yang ngaco dan aneh-aneh, asal ada peri dan keajaibannya gitu?" tanya Andi asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, nggak selalu begitu sih. Meski seorang Kahlil Gibran pernah mengatakan bahwa fantasi anak-anak itu tidak memiliki batas, tapi menurutku, kita mesti memikirkan sedikit logika di dalamnya. Ya...minimal ada sedikit benang merah yang membuat keanehan, keajaiban atau ke-ngaco-an itu bisa diterima oleh alam pikiran anak-anak," Anto kembali menjelaskan pengertian fairy tale pada Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misalnya?" Andi menuntut penjelasan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misalnya, ya..... seorang anak yang tiba-tiba bisa bicara dengan semua binatang. Kita harus memberikan sedikit cerita yang menjadi benang merah kenapa anak itu tiba-tiba bisa bicara dengan binatang. Apakah karena dia masuk ke sebuah lemari yang tembus ke negara dongeng yang penghuninya semua binatang. Atau bisa juga karena dia memegang kalung milik neneknya yang mempunyai kekuatan ajaib. Apabila anak itu mengenakan kalung neneknya, maka ia akan bisa berbicara dengan binatang, jika tidak, maka ia tidak bisa mengerti bahasa binatang, begitu," jawab Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, kalau kubaca di dongeng-dongeng HC Andersen, nggak pernah tuh diceritakan asal-usul kenapa boneka kayu yang berwujud seorang prajurit bisa bicara," bantah Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya...kan kubilang nggak selalu begitu. Hanya saja anak sekarang ini pola berpikirnya beda dengan anak dulu. Jika dulu kamu nggak pernah tanya kenapa boneka kayu prajurit itu bisa bicara tanpa sebab, mungkin saja anak sekarang malah mempertanyakannya. Sebab, ia tidak melihat boneka beruangnya bisa bicara, ya kan?" terang Anto.&lt;br /&gt;Andi hanya mengangguk-angguk mencoba mengerti. "Trus kalau....." Sebelum Andi meneruskan pertanyaannya, Anto sudah melambaikan tangannya memanggil tukang bakso yang sedari tadi teriak-teriak menjajakan dagangan baksonya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-6028366044540839322?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/6028366044540839322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=6028366044540839322' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/6028366044540839322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/6028366044540839322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/11/fairy-tale.html' title='Fairy Tale'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-5310803434173394492</id><published>2007-11-19T07:21:00.000-08:00</published><updated>2007-11-19T07:25:53.495-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Dongeng: Cerita Tanpa Batas</title><content type='html'>Ini merupakan rangkaian cerita bersambung mengenai "Menulis Tentang Dongeng"&lt;br /&gt;Setelah seri pertama yang berjudul "Menemukan Ide", kini saya hadirkan seri kedua mengenai dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dongeng Asal-Usul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto sedang jalan-jalan ke toko buku yang ada di kotanya. Ia berjalan sendirian dan sebenarnya tanpa tujuan. Ia hanya ingin melihat-lihat perkembangan buku cerita anak saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah rak tinggi di pojok toko buku, Anto melihat tumpukan buku anak yang berwarna-warni. Tampilannya sangat bagus dengan warna-warna ceria dan menarik minat anak-anak (Eye Catching, kalau menurut para desainer). Ia mengambil sebuah buku yang berjudul 'Asal-usul Kota Banyuwangi'. Membacanya sebentar kemudian meletakkannya kembali ke tempat asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya kembali menyusuri tumpukan buku lain yang berada di rak. Satu dua buku diambilnya, dan dibacanya sekilas. Masing-masing berjudul 'Manik Angkeran dan Malin Kundang'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang asyik-asyiknya membaca dan membandingkan dua buku, tiba-tiba Andi muncul disebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hayo, lagi ngapain?" tanya Andi mengagetkan Anto yang sedang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah menoleh sebentar, Anto pun menjawab, "Kamu itu, jangan suka ngagetin orang kenapa? Kalau aku jantungan, bisa mati aku. Ngapain kamu ke sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kan aku duluan yang tanya ngapain kamu?" kata Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cari buku," jawab Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buku apa?" tanya Andi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa aja sih. Cuman kayaknya pengin beli buku dongeng neh," jawab Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu kan bukan anak-anak lagi, untuk apa beli buku dongeng, emang mau jadi pendongeng?" ledek Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan begitu. Aku lagi pengin nulis tentang dongeng. Dan untuk itu, aku mau punya referensi dulu. Caranya, ya beli buku dongeng ini," jawab Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, aku punya dongeng lho, mau?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau banget dong," jawab Anto antusias. "Dongeng tentang apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dongeng tentang kakekku. Beliau adalah orang yang senang bekerja keras, baik sama keluarga, dan suka menolong. Bahkan, pernah jadi ketua RT di kampungku," jelas Andi lebih semangat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uh....itu sih bukan dongeng. Emangnya aku mau bikin biografi," ujar Anto lemes. "Yang aku maksud itu, adalah dongeng asal-usul."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, jadi dongeng itu hanya tentang asal-usul," kata Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dongeng bukan hanya tentang asal-usul. Dongeng bisa juga tentang kisah para peri atau yang biasa disebut Fairy Tale, Fabel yang isinya tentang kehidupan para binatang dan banyak lagi. Tapi saat ini aku hanya perlu dongeng tentang asal-usul."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisa lebih jelas lagi, nggak. Apa sih dongeng asal-usul itu?" pinta Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dongeng asal-usul itu adalah bentuk dongeng yang menceritakan tentang asal muasal nama suatu daerah atau benda. Di Indonesia banyak banget contoh tentang dongeng asal-usul. Misalnya, Sangkuriang, Danau Toba, Malin Kundang dan lain-lain," jelas Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Trus kalau...." belum selesai Andi mengungkapkan pertanyaannya, seorang pramuniaga mendekati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, pak. Saya mau masukin buku ke dalam rak ini," kata pramuniaga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh ya, maaf mbak. Ayo Ndi kita pulang sekarang," ajak Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kamu nggak jadi beli bukunya," tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bulan depan, deh!" jawab Anto sambil berjalan pergi meninggalkan Andi yang bengong di belakangnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-5310803434173394492?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/5310803434173394492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=5310803434173394492' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/5310803434173394492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/5310803434173394492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/11/dongeng-cerita-tanpa-batas.html' title='Dongeng: Cerita Tanpa Batas'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2035139977114966173.post-2714966166557068297</id><published>2007-11-19T07:06:00.000-08:00</published><updated>2007-11-19T07:09:13.591-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis Cerita Anak'/><title type='text'>Andi Menemukan Ide</title><content type='html'>Suatu hari Anto tengah duduk di teras rumahnya sambil menikmati pisang goreng anget dan didampingi secangkir kopi (maklum Anto belum nikah, jadi yang mendampinginya bukan istri. Hi..hi..hi.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah asyik mencomot pisang yang kedua dan menyeruput kopi untuk yang kesekian kalinya, Andi datang berkunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, asyik neh, sore-sore makan pisang goreng anget ditemani secangkir kopi panas. Apalagi habis hujan deras begini," goda Andi yang langsung duduk dan mencomot pisang goreng di meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya...namanya juga masih bujang, Ndi. Kalau dah kawin, habis hujan begini mending "bertapa" di dalam kamar bareng istri," balas Anto. "Lagian, tumben kamu datang kesini habis hujan-hujan. Biasanya, kamu malah asyik molor klo hujan deras".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak tahu neh, Nto. Tiba-tiba aja tadi pengin ke sini, rupanya Allah menunjukkan aku bahwa di sini ada rezeki berupa pisang goreng anget, cuman kurang kopinya aja," jawab Andi asal-asalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, kamu. Kalau mau bikin aja sendiri sana. Kopi dan gulanya ada di belakang. Kebetulan air panasnya juga masih ada sisa banyak, jadi tinggal tuang aja," kata Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, terima kasih neh. Kesempatan seperti ini tak akan datang dua kali, jadi aku tidak akan menolak tawaran baikmu," kata Andi yang langsung ngeloyor ke belakang untuk membuat kopi panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kembali duduk di sebelah Anto, Andi segera menyeruput kopi panasnya dan kembali mengambil satu pisang goreng anget. Matanya sesekali melirik ke arah Anto. "Nto, kamu ikut nggak lomba penulisan di majalah anak-anak 'Mau Apa'?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ikutan dong. Kan lumayan kalau menang, hadiahnya 4 juta, Bo," jawab Anto. "Kamu sendiri ikutan, nggak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penginnya sih ikutan. Cuman kok susah banget cari idenya," Andi menjawab dengan pasrah. "Makanya bantuin dong cari idenya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biar banyak ide tuh, orang mesti sering membaca, menambah dan memperluas pengetahuan, juga mesti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G 4 U L&lt;/span&gt;," jelas Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apaan tuh, G 4 U L?" tanya Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu artinya GAUL. Jadi orang tuh mesti gaul biar tahu informasi. Jadi otak nggak beku," jawab Anto.&lt;br /&gt;"Nah, sekarang coba kamu sebutkan satu benda yang ada di sekitar kamu".&lt;br /&gt;Andi tampak celingak-celinguk mencari benda aneh dan unik di sekitarnya. Karena nggak sabar, Anto pun berkata, "cepetan dong, apa kek gitu. banyak benda di sini kok susah banget nyebutnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya..tunggu, dong. Kan mesti cari benda yang unik dan aneh," jawab Andi sok tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngapain harus sulit-sulit cari benda yang unik dan aneh. Yang unik itu ceritanya bukan bendanya. Benda biasa aja kalau kamu bisa merangkai ceritanya dengan baik bakal jadi cerita yang unik dan menarik," jawab Anto sambil menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, benda yang unik kan juga menentukan," bantah Andi membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emang bener, cuman klo nggak nemu yang unik kenapa mesti dipaksain. Trus klo nggak nemu, nggak bikin cerita gitu," jawab Anto. "Ya udah sebutin benda apa aja, sekarang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ehmmmm......... cincin, deh," kata Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke. Cincin," ulang Anto. "Cincin biasa dipakai oleh siapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ehm... kayaknya siapa aja bisa pakai cincin," kata Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cari yang nggak bisa dan biasa dong. Katanya mau cerita yang unik," jawab Anto nggak sabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dipakai siapa dong. Kalau aku bisa sih nggak bakal susah cari ide begini," Andi menjawab tak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, makanya aku bantu untuk menemukan ide dan nyiptain cerita yang unik dari ide itu. Usaha dong, maunya terima beres aja sih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bener-bener nggak tahu neh," Andi menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke, begini misalnya. Cincin. Cincin itu dipakai oleh bayi yang ditemukan di tempat sampah. Saat ditemukan, di jari bayi itu terdapat sebuah cincin emas dengan tulisan "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AW&lt;/span&gt;". Nah, dari huruf itu cerita bisa dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, huruf "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AW&lt;/span&gt;" ternyata adalah inisial seorang pengusaha yang masih mempunyai keturunan ningrat, dan bayi itu merupakan anaknya yang terlahir dengan kekurangan fisik, atau disebabkan oleh hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ide telah kita temukan. Sedikit pengembangan cerita telah kita rumuskan. Tugas kamu sekarang, tinggal membuat cerita dari ide dan sedikit pengembangan tadi. Bisa, kan?" tanya Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sip. Kalau kayak begini, aku dah bisa bikin cerita. Oke aku pulang dulu ya," kata Andi sambil pamit pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sepuluh langkah, Andi tiba-tiba balik kembali. "Ada lagi yang belum jelas, Ndi?" tanya Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, nggak kok. Cuman ini, boleh nggak aku pulang sambil bawa empat pisang goreng anget itu," kata Andi malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uhhh, kirain apaan. Dasar nggak mau modal kamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Cerita terinspirasi dari sebuah milis penulis anak asuhan Benny Rhamdani.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2035139977114966173-2714966166557068297?l=nulisceritaanak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/feeds/2714966166557068297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2035139977114966173&amp;postID=2714966166557068297' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/2714966166557068297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2035139977114966173/posts/default/2714966166557068297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nulisceritaanak.blogspot.com/2007/11/andi-menemukan-ide.html' title='Andi Menemukan Ide'/><author><name>ovan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
